Selain Kesehatan, Pengemasan Distribusi Daging Perlu Diperhatikan. Ini Penjelasannya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Selain Kesehatan, Pengemasan Distribusi Daging Perlu Diperhatikan. Ini Penjelasannya

Satuchannel.com, Kota Malang – Idul Adha memang identik dengan hewan kurban. Maka dari itu, kesehatan daging hewan kurban, baik kambing ataupun sapi menjadi hal yang utama selama pelaksanaan Idul Adha. Hal itu tentu harus dilakukan agar daging yang nanti disantap tetap aman, sehat, dan bergizi.

Selain soal kesehatan, bentuk pengemasan dalam pendistribusian daging pun perlu dicermati karena hal tersebut merupakan salah satu indikator penting guna menjaga kesehatan daging. Setidaknya, menurut Dokter Hewan, Drh. Ahmad Fauzi M.sc, pengemasan antara daging dan jeroan (red:daleman usus, ati, dll) harus dipisah.

“Jeroan seperti usus dan ati merupakan bagian yang rentan terdapat bakteri, jika digabungkan, nanti malah bercampur dengan daging,” terang Ahmad, sehabis melakukan pengecekan hewan kurban di Mapolres Malang Kota, sabtu (2/9).

Daging sapi yang terdapat cacing hati (Gugum)

Dia yang juga merupakan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH-UB) menambahkan, kresek plastik yang biasa digunakan untuk mengemas daging pun sebaiknya tidak menggunakan warna yang gelap atau hitam. Sebab, saat didaur ulang kresek plastik hitam biasanya banyak mengandung zat toksik.

“Lebih baik pakai kresek yang transparan warna putih agar dagingnya tetap segar. Karena kalo kresek yang warna hitam banyak zat toksiknya,” katanya.

Dalam hal ini, Ahmad pun berpesan, jika menemukan cacing hati di bagian apapun pada hewan kurban, sebaiknya dibuang atau dimusnahkan.

“Yang dibuang bagiannya saja, misalkan di ati ada cacing, berarti atinya yang dibuang atau ga usah dikonsumsi. Tapi dagingnya masih tetap boleh. Hal itu pun berlaku sebaliknya,” paparnya. (GUM)

Kanal Terkait