Selain Kepala kala, Ditemukan juga Pecahan Keramik dan Gerabah Kuno - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Selain Kepala kala, Ditemukan juga Pecahan Keramik dan Gerabah Kuno
BERITA Kanal Highlight

Selain Kepala kala, Ditemukan juga Pecahan Keramik dan Gerabah Kuno

SATUKANAL.com, KEDIRI – Temuan dugaan potongan arca berupa Kepala kala di Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri bergaya (pola) dari daerah Jawa Tengah. Temuan ini identik dengan bangunan suci sebagai penolak bala.

Arkeolog Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Eko Priyatno, mengatakan dugaan temuan potongan arca berupa Kepala kala diperlukan kajian dan perbandingan lebih dalam untuk menyatakan keaslian dari temuan arca tersebut.

“Gaya seperti ini populer di abad ke-8, sampai ke-11. Kurang lebih masa peralihan sampai Jatim (Jawa Timur) ada gaya tersendiri, yakni kala bertanduk dan jari jemari,” kata Eko, ke satukanal.com, Rabu 14 April 2021.

Baca Juga :  Pensiunan ASN Kabupaten Kediri Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Kegiatan Fiktif

Menurut Eko, Kepala Kalla terjadi simbiosis pada masa agama Hindu sebagai penolak bala. Ditempatkannya di relung ambang pitu bagian atas, yang dipercaya dapat menangkal sifat buruk manusia saat memasuki bangunan suci.

Selain itu, juga ditemukan adanya barang pecahan gerabah dan keramik yang diduga ada di masa perdagangan rempah-rempah. Seperti bibir tempat air, batu andesit, Kendi Susu, dan pecahan keramik dari China maupun Indochina.

“Kaitannya dengan gerabah, kita bisa lihat fakta itu bahwa gerabah adalah pendukung kehidupan. Diasumsikan bagian bangunan suci, gerabah adalah kehidupan, peninggalan, dan masyarakat bermukim untuk beraktivitas,” jelasnya.

Baca Juga :  Tahun ini, Harga Hewan Qurban di Kediri Hanya Naik 5 Persen

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pencatatan data temuan yang akan disampaikan ke Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Sekaligus penetapan keaslian potongan arca Kepala kala, merupakan kewenangan dari Tim Ahli BPCB Jatim, dilanjutkan ke Kepala Daerah.

“Dinas hanya bersifat mencatat, lalu koordinasi degan BPCB Jatim. Dilanjutkan dari Tim Ahli BPCB Jatim, lalu ditetapkan oleh kepala daerah,” tutupnya.

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait