SATUKANAL.COM
BERITA

Sekda Tulungagung : Jabatan Kadin PUPR Tidak Dilelang, Pilih Opsi Mutasi

Kursi Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Penataan Ruang) Tulungagung tidak turut dilelang pada lelang jabatan yang dilakukan Pemkab Tulungagung. Padahal jabatan itu sudah lama kosong setelah Kadin nya, Sutrisno ditangkap dalam OTT KPK pada Juni 2019 lalu.

Selain Jabatan Kadin PUPR. masih ada beberapa  jabatan kosong setingkat kepala OPD (organisasi kepala daerah) yang tidak ikut dilelang. Jabatan itu ialah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora), serta Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Bakesbangpol), dan Asisten Pemerintahan dan Asisten Perekonomian.

“Lelang pesertanya 24 orang, ada 7 jabatan  yang dilelang, nanti 3 terbaik di masing masing jabatan akan kita serahkan ke bupati untuk dipilih”, ujar Sekertaris Daerah Pemkab Tulungagung sekaligus ketua tim lelang jabatan, Indra Fauzi di sela jalanya lelang jabatan, Senin (23/9/19).

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Lanjut Indra, keputusan dilelang atau tidaknya jabatan tersebut merupakan hak dari prerogatif Bupati, tentu dengan berbagai pertimbangan yang ada.

Sekda menjelaskan, Dispendikpora dan Bakesbangpol tidak dilelang karena 2 OPD tersebut baru ditinggalkan kepala dinasnya pensiun setelah pemkab mengajukan rencana lelang 7 formasi jabatan kepada Komisi ASN.

Sedangkan untuk 3 jabatan lainnya, yakni Asisten Pemerintahan dan Asisten Perekonomian serta Kepala Dinas PUPR, diputuskan tidak dilelang karena Bupati memilih opsi mutasi dan rotasi untuk mengisi jabatan tersebut.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

“Masih ada Dindik, kesbangpol dan staf itu nah itu juga ndak dilelang karena ada pertimbangannya,” terang Sekda.

Indra mengaku, pasca penangkapan Kadin PUPR dalam OTT yang dilaksanakan oleh KPK yang lalu, diprediksi akan banyak pejabat yang enggan dan takut untuk melamar posisi tersebut jika posisi tersebut dilelang, maka pemkab memilih untuk mengisi jabatan tersebut dengan mutasi dan rotasi.

Saat disinggung kapan rencana pelaksanaan mutasi dan rotasinya, Indra Fauzi menyerahkannya kepada Bupati.

“Karena habis OTT kemarin kan banyak yang takut, makanya pak bupati khawatir kalau dilelang ndak ada yang daftar makanya dipilih  mutasi saja,” pungkas nya.

Kanal Terkait