Segera Terbitkan Surat Edaran, Gerakan "Jimpitan" Seribu Rupiah di Malang Bakal Gandeng Kejaksaan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Segera Terbitkan Surat Edaran, Gerakan “Jimpitan” Seribu Rupiah di Malang Bakal Gandeng Kejaksaan

Wali Kota Malang Sutiaji serius bakal menggarap program Gerakan Seribu Rupiah atau “jimpitan” sedekah Rp 1.000 per hari.

Untuk memuluskan terobosan yang jadi salah satu wacana di awal kepemimpinannya itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyusun surat edaran (SE) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

Sutiaji menegaskan bahwa Gerakan Seribu Rupiah itu bakal segera direalisasikan.

Akan tetapi, penerapannya akan diberlakukan bertahap. Yakni dimulai dari jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang.

“Sesegera mungkin. Saya sudah minta Pak Sekda (Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto) untuk dibuatkan surat edarannya,” ujar Pak Aji, sapaan akrabnya.

“Akan dimulai (penarikan jimpitan Rp 1.000) dari perangkat daerah di balaikota, dari kesekretariatan dulu lah. Nanti saya yang bawa omplong (kaleng) untuk narik satu per satu,” terang pria yang juga pengurus PCNU Kota Malang itu.

Baca Juga :  Wisata di Malang Boleh di Buka Anak Kecil Dilarang Masuk, Sutiaji: Saya Belum Bisa Beri Saran

Selain merancang surat edaran, pemkot juga tengah menyusun mekanisme pengumpulan dan pengawasan dana yang dihimpun dari masyarakat itu.

Sutiaji kembali menegaskan bahwa konsep jimpitan itu dilakukan harian agar tidak memberatkan.

“Kan seribu itu sehari itu saya rasa nggak berat buat ASN, kalau merasa berat itu kebacut (keterlaluan). Tapi jangan sampai nunggak, kalau dikumpulkan seminggu sekali ya akan memberatkan,” tambahnya.

Selain itu, bagi ASN nantinya jimpitan tidak ditarik hanya saat hari kerja. Melainkan dihitung selama tujuh hari dalam seminggu.

Gerakan ini, lanjut Sutiaji diyakini sebagai gerakan moral. Sebab, menurutnya, rasa saling membantu dan gotong royong di masyarakat saat ini mulai luntur.

“Niatnya sedekah dan harus ikhlas. Gerakan moral ini akan banyak positifnya dan kita mulai dari Malang,” sebut penghobi bulutangkis itu.

Baca Juga :  Ribuan Murid SMA Kota Malang di Vaksin

Dari sisi pengawasan, Sutiaji menjamin nantinya masyarakat akan bisa terlibat langsung memantau aliran anggaran hasil jimpitan.

Dia mengungkapkan, pihak pengelola akan melakukan laporan perolehan jimpitan setiap hari. Termasuk juga nanti penyalurannya.

“Agar berjalan baik, hasil jimpitan ini harus terus dilaporkan dan transparan setiap hari juga. Kalau macam-macam, biar hukum yang bertindak. Saya akan kerja sama dengan kejaksaan,” tegasnya. Meski demikian, Sutiaji belum merinci terkait kerja sama pengawasan Gerakan Seribu Rupiah itu.

Sutiaji menambahkan, hasil jimpitan nanti salah satunya akan digunakan untuk pemberdayaan kaum pra sejahtera.

Namun tidak menutup kemungkinan digunakan untuk bidang lain. Misalnya perbaikan infrastruktur ringan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Masih ada 20 persen terjerat bank titil (rentenir bank harian), lintah darat ini harus diperangi bersama, ayo bersama-sama disukseskan gerakan ini,” pungkas Sutiaji.

Kanal Terkait