SATUKANAL.COM
BERITA

Sederet PR Dilemparkan Pemkot Malang pada Legislatif

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang menanti di depan mata untuk segera diselesaikan. PR itu pun ia harapkan mampu segera diselesaikan oleh legislatif, terlebih pasca penetapan pimpinan definitif yang sudah berlangsung pada Senin (23/9/2019) kemarin.

Menurut Sutiaji, beberapa PR yang harus segera diselesaikan itu seperti pembahasan perda, pembahasan APBD 2020 hingga pembahasan polemik pasar tradisional. Sederet permasalahan itu diharapkan segera ditindaklanjuti dengan cepat dan sigap.

“Ada beberapa agenda yang memang mendesak untuk bisa segera dibahas,” jelasnya pada wartawan.

Untuk Peraturan Daerah (Perda), menurutnya masih tersisa dua Perda yang masih belum disahkan. Keduanya adalah Perumda Tugu Aneka Usaha atau Tunas dan Perumda Tugu Artha. Selanjutnya, untuk APBD 2020 juga harus segera dituntaskan. Mengingat, agenda pembahasan KUA PPAS sudah dilaksanakan.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Sementara berkaitan dengan sederet polemik yang masih dirasakan, Sutiaji menyebut jika ada banyak yang membutuhkan bantuan dewan. Satu diantaranya adalah revitalisasi pasar rakyat yang masih terbilang mangkrak. Sementara saat ini sudah banyak keluhan dari pedagang dan masyarakat. Selain itu, revitalisasi pasar rakyat saat ini juga terus dikuatkan sebagai agenda penting Pemkot Malang.

“Saat ini kami sedang lakukan kajian LO (Legal Opinion; red) dan LS (Legal Standing; red) di tiga pasar, yaitu Pasar Blimbing, Gadang dan Pasar Besar. Kita mau minta dewan juga turut membahas ini agar cepat juga,” pungkas pria berkacamata itu.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyampaikan, dewan akan segera bertugas secepatnya. Langkah pertama adalah membentuk alat kelengkapan dewan. Selanjutnya, juga akan dilakukan pembahasan APBD 2020. Sedangkan berkaitan agenda urgent lainnya, Made menyebut dewan siap mengawal dan memberi dukungan penuh.

“Kami akan dukung penuh semua kegiatan Pemkot Malang. Dengan catatan kegiatan tersebut harus untuk kepentingan masyarakat,” urai Made.

Kanal Terkait