Sebelum Longsor, Alarm Kebencanaan Ini Rusak  - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG_20210215_105141_copy_600x400-12c6eee9
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Sebelum Longsor, Alarm Kebencanaan Ini Rusak 

Satukanal.com, Nganjuk – Kejadian longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk diduga akibat warga tidak mendengar alarm Early Warning System (EWS) kebencanaan.

Pelaksana Harian (Plh) Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk, Nafhan Tohawi mengakui, sebelum longsor terjadi tanda bahaya alarm EWS tak berfungsi. Hal itu terjadi lantaran diduga alat rusak.

“Ada tapi kebetulan tidak berfungsi karena ada kerusakan, kita belum cek lagi untuk itu,” kata Kalaksa, Senin (15/02/2021).

Kalaksa menyebut meskipun alarm telah mati, pemerintah sudah seringkali mengingatkan adanya bahaya longsor yang mengintai warga, retakan tanah diatas tebing juga telah ditemukan sejak lama.

Baca Juga :  Ditemukan 2 Dirawat, 3 Meninggal, 182 Mengungsi Akibat Tanah Longsor di Nganjuk

Namun, himbauan tersebut tidak di gubris warga lantaran mereka tidak memiliki tempat lain untuk mengungsi. “Memang itu sudah ada retakan sebelumnya, kami sudah imbau warga untuk sementara pundah tempat,” katanya.

Lebih lanjut, Kalaksa menyebut pemerintah akan terus berupaya mencari warganya yang tertimbun longsor. “Kita akan tetap cari nanti selama cuacanya mendukung, karena jika hujan potensi longsor akan kembali ada,” pungkasnya.

Perihal tersebut juga dibenarkan Nike salah satu korban selamat dari peristiwa longsor, menurut dia tak ada suara alarm atau peringatan apapun sebelum kejadian, karena itu ia tidak merasa takut dan tenang saja dirumah saat hujan sangat deras berlangsung.

Baca Juga :  Kekeliruan Manajemen Tata Air, Diduga Penyebab Bencana Banjir di Nganjuk

“Alarmnya tidak bunyi, saya pikir tidak ada apa-apa, jadi pada saat kejadian itu saya tenang saja,” tutupnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini ditulis petugas dan relawan siaga bencana telah menemukan total 12 orang korban longsor, 2 ditemukan selamat dan 10 dinyatakan meninggal dunia. Adapun sisa korban yang masih tertimbun ada sebanyak 9 orang dan proses pencarian kembali dilakukan pagi ini, Selasa 16 Februari 2021.

 

 

 

 

 

Pewarta : M. Ubaidhillah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait