Sebelum Dilantik, Panwascam Pilkada Kediri Harus Bebas Penyalahgunaan Narkoba | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20191219_134944-960x640-960x640
Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Saidatul Ummah. Foto: Isna
BERITA STRAIGHT NEWS

Sebelum Dilantik, Panwascam Pilkada Kediri Harus Bebas Penyalahgunaan Narkoba

SATUKANAL, KEDIRI – Ada yang berbeda dari sistem seleksi panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Kabupaten Kediri 2020 mendatang. Tahun ini, seleksi tulis dilakukan menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

Tes berbasis komputer itu diselenggarakan dilaksanakan serentak di 19 kabupaten/ kota di Jawa Timur yang akan melaksanakan Pilkada 2020. Di Kediri, 300 peserta dari 26 kecamatan mengikuti tes di SMK YP 17 Pare.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri Saidatul Ummah menyebut mereka yang mengikuti seleksi CAT ialah yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, mereka mengikuti tes wawancara.

Hasilnya, akan diambil 78 panwascam terpilih dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri. “Tiga orang panwascam per kecamatan,” ujar Saidah.

Hasil seleksi tulis dan wawancara diumumkan lewat website resmi Bawaslu Kabupaten Kediri dan media sosial. Meski demikian, 78 orang yang sudah dinyatakan lolos seleksi tulis dan wawancara tak bisa langsung merasa aman.

Pasalnya, ada dua syarat yang harus dipenuhi sebelum mereka dilantik pada Senin (23/12/2019) mendatang. “Mereka harus menyertakan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit atau puskesmas pemerintah, serta surat keterangan bebas penyalahgunaan narkoba,” ujar Saidah.

Dua tes tersebut bisa dipenuhi setelah serangkaian tes selesai, asalkan sebelum pelantikan. Dalam hal ini, Bawaslu Kabupaten Kediri memfasilitasi panwascam terpilih untuk menjalani tes bebas narkoba di kantor Bawaslu pada Kamis (19/12/2019).

Bawaslu Kabupaten Kediri bekerja sama dengan BNN untuk melakukan tes urine. Dari 78 panwascam terpilih, yang mengikuti tes urin di kantor Bawaslu sebanyak 69 orang. “Karena yang lainnya sudah mengurus mandiri,” ujar Saidah yang sudah terjun menjadi panitia penyelenggara Pemilu sejak 2003 ini.

Dengan serangkaian tugas panwascam yang sangat padat pada Pilkada serentak 2020 nanti, persyaratan kesehatan ini menjadi yang utama sebelum yang lainnya. “Sebagai penyelenggara di bagian pengawasan, dituntut sehat jasmani dan rohani dengan tidak menggunakan obat-obatan terlarang, itu kenapa tes ini dilakukan,” pungkas Saidah.

Untuk diketahui, serangkaian seleksi panwascam sudah dilakukan sejak awal Desember 2019. Mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, wawancara, dan kesehatan.

Pewarta: Isnatul Chasanah
Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait