#SaveKomodo Tuai Keprihatinan Warganet | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
#SaveKomodo
Pembangunan Juraassic Park di lokasi taman nasional komodo tuai keprihatinan warganet
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

#SaveKomodo Tuai Keprihatinan Warganet

SATUKANAL.com, NASIONAL – Tagar #SaveKomodo banyak bertebaran di media sosial terkait dengan pembangunan “Jurassic Park” yang dilakukan di sekitar Taman Nasional Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Foto ketika Komodo berpapasan seakan berhadapan dengan truk pengangkut bahan bangunan proyek menjad viral dan banyak dicuit ulang oleh para netizen.

Begitu halnya dengan apa yang terjadi di intagram, banyak diantara para netizen yang mengupload animasi komodo ataupun foto mereka bersama komodo dengan menggunakan caption #savekomodo.

#SaveKomodo

Keprihatinan soal pembangunan proyek di Taman Nasional komodo ini awalnya dicuitkan oleh akun @KawanBaikKomodo. “Untuk pertama kalinya komodo-komodo ini mendengar deru mesin-mesin mobil dan menghirup bau asapnya.

Akan seperti apa dampak proyek-proyek ini kedepannya? Masih adakah yang peduli dengan konservasi?” begitu seruan @kawanBaikKomodo.

Baca Juga :  Tren Medsos Konsumsi Makanan Bertopping Emas, Amankah Bagi Kesehatan ?

Sebelumnya pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Pemprove NTT berencana mengubah Pulau Komodo sebagai tujuan pariwisata eksklusif berkelas internasional.

Pemerintah juga berencana membangun pusat penelitian, mengingat Komodo merupakan binatang purba yang masih hidup hingga sekarang. Namun, pembangunan ini mendapat banyak tentangan oleh masyarakat terutama para netizen.

Mengingat komodo merupakan salah satu binatang langka yang dilindungi kawasan lindung pulau komodo.

Proyek pembangunan ini juga menuai kritik dari Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). Edo Rakhman selaku Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengkritik langkah itu sebagai konsep yang keliru karena pemerintah seharusnya mempertahankan habitat asli hewan endemik komodo di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Kemendikbud Sukses Gelar KRI 2020, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Raih Juara Umum

Pada juli 2019 terkait kunjugan Jokowi ke Labuan Bajo, Jokowi menyatakan bahwa ia akan membuat desain besar dimana area konservasi akan dipisahkan dengan area wisata. Begitu halnya dengan kuota turisnya. Sehingga turis yang berkunjung di pulau komodo akan dibatasi dengan dikenakan tarif yang mahal. Mengingat, sejak 1980-an Pulau Komodo, Padar dan Rinca ditetapkan sebagai Taman Nasional Komodo (TNK).

Namun kini, dengan adanya pembangunan yang dilakukan disekitar pulau komodo, semakin lama ekosistem di taman Nasional Komodo semakin tidak stabil serta membuat keberlangsungan hidup mereka menjadi terancam. Palagi dengan adanya proyek pembangunan dari pemerintah yang sedang berjalan.

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait