Satwa Endemi Kota Batu Diujung Tanduk Kepunahan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Satwa Endemi Kota Batu Diujung Tanduk Kepunahan
ilustrasi ayam hutan hijau (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Satwa Endemi Kota Batu Diujung Tanduk Kepunahan

Satukanal.com, Batu – Banyak dari masyarakat awam mungkin tidak mengetahui jika Kota Batu memiliki satwa endemik. Ia adalah ayam hutan yang menempati belantara Kota Dingin itu.

Namun, kini populasinya semakin hari, semakin menurun dan terancam punah. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pecinta Ayam Hias (APAH) Jawa Timur, Rully Wicaksono.

Pria asal Desa Bumiaji itu menuturkan, jenis ayam hutan yang dimaksud yakni ayam hutan hijau. Menurutnya setiap daerah yang memiliki hutan selalu ada ayam dengan nama latin Gallus Varius. Tetapi tetap memiliki perbedaan karena bermutasi menyesuaikan dengan daerah tempat tinggalnya.

“Kalau di Kota Batu lokasinya berada di lereng Gunung Arjuno, lewatnya bisa melalui Desa Giripurno,” ucapnya, Jumat (25/6/2021) pada Satukanal.com.

Pria yang sehari-hari dipercaya merawat ayam hias milik Wali Kota Batu itu menjelaskan, beberapa jenis perbedaan ayam hutan hijau di tiap daerah. Seperti di Jember memiliki tubuh yang agak panjang, kaki agak menghitam.

Baca Juga :  Empat Dokter Terpapar Covid-19, UGD RSNU Jombang Sementara Tutup

Lalu dari daerah Pujon dan Ngantang, Kabupaten Malang memiliki ciri tubuh gemuk, kaki berwarna putih dan mudah jinak karena sering ketemu manusia. Sedangkan ayam dari Kota Batu mempunyai ciri tubuhnya kecil, kakinya cenderung bulat menghitam.

Dia mengatakan, terakhir memiliki ayam hutan hijau asal Kota Batu pada tahun 2017 lalu. Rully mendapatkannya dari pemburu yang dibelinya senilai kisaran Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu.

“Jadi ceritanya saya itu tidak tega, karena menemukan pemburu itu hendak berburu ayam asal Kota Batu. Saya pesankan jangan dibunuh tetapi saya beli saja untuk dirawat,” katanya.

Namun pada tahun 2018 hingga saat ini, dia sudah tidak pernah dihubungi lagi oleh para pemburu yang asalnya rata-rata dari Singosari dan Lawang itu. Menurutnya, para pemburu sudah tidak pernah menemukan lagi ayam hutan dan beralih memburu burung di sekitar lereng Gunung Arjuno.

Baca Juga :  Nekat Buka Saat PPKM, Tiga Pemilik Kafe di Jombang Terancam Denda 100 Juta

Rully sebenarnya sangat menyesal atas terancam punahnya ayam hutan hijau asal Kota Batu itu. “Mungkin sudah jarang saat ini dan keberadaan pemburu itu kejam sebenarnya hanya untuk kesenangan saja, bukan lagi untuk dimakan,” imbuhnya.

Disisi lain, dia pernah berencana untuk mengajukan pembuatan Raperda Kota Batu tentang konservasi alam yakni tumbuhan dan satwa liar. Salah satu tujuannya untuk mengurangi peredaran dari aktivitas pemburu satwa liar di Kota Batu.

Dia memperkirakan ayam hutan hijau asal Kota Batu saat ini jumlahnya tidak lebih dari 100 ekor saja di alamnya. “Saya bersama aktivis lingkungan lainnya pernah audiensi terkait hal ini dengan Ibu Wali Kota dan diberi izin mencari kawasan untuk pelestarian. Tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” tambahnya.

 

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait