SATUKANAL.COM
rumah sakit di Kabupaten Kediri
Komitmen RS di Kabupaten Kediri tak akan tolak pasien corona. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Satu Positif, 11 Rumah Sakit di Kabupaten Kediri Beri Komitmen Tak Akan Tolak Pasien Corona

SATUKANAL, KEDIRI – Sebelas rumah sakit di Kabupaten Kediri menandatangani komitmen peran serta melawan pandemi virus Corona.

Penandatanganan komitmen ini menandai peran serta rumah sakit bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dalam melawan penyebaran penyakit Covid-19.

Ada tiga komitmen yang ditandatangani oleh perwakilan rumah sakit yang tergabung dalam Organisasi Profesi Kesehatan dan Rumah Sakit di Kabupaten Kediri tersebut.

Pertama, rumah sakit akan tetap melakukan pelayanan sebagaimana mestinya dalam masa Siaga Darurat Covid-19, tidak akan menolak melayani penderita Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri yang memadai, dan mengikuti kebijakan yang ditetapkan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kediri.

Deklarasi sekaligus penandatanganan komitmen tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kediri Haryanti disaksikan oleh Kapolres Kediri, Kapolresta Kediri, Komandan Kodim 0809, dan Organisasi Profesi Kesehatan dan Rumah Sakit di Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan tersebut, Haryanti tak henti-hentinya mengimbau agar masyarakat melakukan pembiasaan diam di rumah dan menutup kontak dengan orang lain. “Lakukan isolasi mandiri, sebabobatnya virus itu tidak ada, yang mujarab pembiasaan di rumah,” pesannya.

Baca Juga :  Musim Kemarau Petani di Desa Blimbing Tarokan Kesulitan Air

Selain itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Bambang Triono Putro menyatakan sebelas rumah sakit tersebut juga dikondisikan untuk menyikapi pergerakan kasus Corona yang masih terus meningkat.

“Diharapkan setiap rumah sakit mempersiapkan ruang isolasi, bila suatu waktu dibutuhkan, kita bisa mendayagunakan semua fasilitas kesehatan yang ada,” kata Bambang.

Di Kabupaten Kediri, saat ini tercatat 493 orang dalam risiko (ODR). Jumlah tersebut tersebar merata di seluruh kecamatan.

Bambang menyebut, kriteria ODR hanya ada di Jawa Timur dan tidak berlaku secara nasional. Dikatakan ODR bila pernah kontak dengan daerah atau negara terjangkit Corona.

Angka ODR di Kabupaten Kediri cukup banyak. Pasalnya, Pemkab bekerja sama dengan camat dan puskesmas untuk melakukan pendeteksian.

“Kita ketahui warga Kediri banyak yang ke luar negeri, ke luar daerah, dan kita anggap itu ODR. (Fungsinya) bagus untuk tracing,” imbuhnya.

Notifikasi yang didapatkan Pemkab Kediri dari provinsi, langsung ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas. Jika tidak ada keluhan, akan masuk kriteria ODR.

Baca Juga :  Test Kesehatan Calon Bupati Kediri Dilakukan di RSSA Malang

Saat ini, di Kabupaten Kediri tercatat ada 16 orang dalam pantauan (ODP), yakni ODR dengan keluhan, 2 orang Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan 1 orang positif Covid-19.

Pasien porisif Covid-19 tengah dirawat di RSUD Kabupaten Kediri di Kecamatan Pare. Pasien tersebut merupakan warga Blitar.

“Dirujuk sejak Sabtu, hasil pemeriksaan swab baru muncul kemarin, dan hasilnya positif. Kenapa ke Kabupaten Kediri? Karena dirujuk di Blitar dan Tulungagung penuh, jadi kita haerus menerima,” urai juru bicara Covid-19 Kabupaten Kediri tersebut.

Bambang menyebut kondisi terakhir pasien dalam keadaan baik. Pihaknya juga terus melakukan pengawasan terhadap petugas medis yang berinteraksi langsung dengan pasien.

Sebelas rumah sakit yang melakukan penandatanganan komitmen tersebut ialah RSUD Kabupaten Kediri, RS Muhammadiyah Siti Khodijah, RSU Muhammadiyah Surya Melati, RSUD SLG, RSIA Permata Hati, RSIA Kasih Bunda, RS Toeloengredjo, RS Ameli, RS Wilujeng, RS Arga Husada, dan RS Aura Syifa.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait