SATUKANAL.COM
Kediri
foto : Agus Sunoto Ketua DPRD Kota Kediri (Istimewa)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Satu Bulan Ditinggal Ning Lik, DPRD Belum Terima Nama Pengganti Wawali

SATUKANAL, KEDIRI – Satu bulan sudah Wali Kota Kediri Abdullah Abukar ditinggalkan oleh wakilnya Ny Lilik Muhibbah yang meninggal pada pertengahan Februari lalu. Hingga saat ini, kekosongan kursi AG 2 Kota Kediri masih menjadi persoalan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri belum menerima usulan pengganti Alm Lilik Muhibah sebagai Wakil Wali Kota Kediri.

“Sejauh ini belum. Saya belum menerima sodoran nama calon yang diusulkan secara resmi baik dari PAN maupun Nasdem,” ujar Ketua DPRD Kota Kediri Agus Sunoto.

Menurut laki-laki yang akrab disapa Gus Sunoto tersebut, saat ini pihak dewan masih fokus untuk merapatkan agenda paripurna istimewa terkait dengan pemberhentian jabatan wakil wali kota.

“Kita fokus dulu ke agenda pemberhentian itu, Mas, yang rencananya akan digelar pada 30 Maret 2020 nanti. Baru setelah itu mengarah pada usulan-usulan pencalonan siapa pengganti almarhum Lilik Muhibbah nanti,” terangnya.

Baca Juga :  Tenaga Medis di Kabupaten Kediri Kekurangan APD

Lantas siapakah yang berhak untuk mengisi jabatan kursi kosong Wakil Wali Kota Kediri? Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusporini Endah Palupi menjelaskan, sesuai regulasi yang ada, partai pengusung lah yang bisa menentukan siapa yang akan maju menggantikan Ning Lik.

Perihal tersebut menurut Puspo telah diatur pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan. Dalam aturan tersebut tertulis, partai pengusung lah yang mempunyai kesempatan untuk mengisi jabatan kursi kosong ini.

“Dulu waktu dilakukannya pendaftaran pencalonan Pilwali Kediri, pasangan Abu Bakar-Lilik Muhibbah diusung oleh dua partai yaitu PAN dengan 6 kursi dan Nasdem dengan 1 kursi. Jadi, kedua partai inilah yang mempunyai kesempatan untuk memunculkan calon siapa pengganti dari Wakil Wali Kota Kediri nanti,” katanya.

Baca Juga :  Data Terbaru, 763 Orang di Kabupaten Kediri Masuk Kategori ODR Corona

Ia juga menjelaskan, karena diusung PAN dan Nasdem, keduanya berhak mengusulkan lebih dari satu nama calon kemudian disodorkan oleh DPRD untuk diparipurnakan.

“Jadi penentu terakhirnya adalah di tangan DPRD itu. Akan tetapi, bila nanti wawali yang diusulkan adalah anggota DPRD maka secara otomatis akan menimbulkan proses pergantian antar waktu (PAW). Namun bila calon yang diusulkan dari non DPRD maka tak akan terjadi proses itu,” pungkas Puspo.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait