Satreskrim Polres Malang Kota Masih Dalami 30 Perkara Cyber Crime - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Satreskrim Polres Malang Kota Masih Dalami 30 Perkara Cyber Crime

Satuchannel.com, Kota Malang – Satreskrim Polres Malang Kota ungkap ada 30 perkara cyber crime yang terjadi selama tahun 2017 di kota Malang. Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Heru Dwipurnomo mengatakan, 30 kasus di antaranya adalah soal penipuan online dan pengancaman lewat media sosial.

“29 perkara merupakan penipuan jual beli online. Untuk sisanya adalah kasus pengancaman. Semua kasus ini masih berada dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” katanya, senin (24/7).

Diakui Heru, kasus cyber crime tengah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meskipun begitu, Heru belum berani menyimpulkan persentase penurunan tersebut karena tahun 2017 masih berjalan.

Baca Juga :  Target Raih Juara Umum, Kota Malang Kirim 15 Atlet Ke Puslatda

“Saya rasa sih mengalami penurunan. Tapi ini belum pasti hingga tahun 2017 selesai dan saya pun belum melihat sampai sana juga,” papar Heru.

Banyak terjadinya penipuan memang dikarenakan masyarakat mudah tertarik belanja via online. Sebagian perkara pun, warga salah bertransaksi jual beli di website yang tidak jelas, alias bodong. Sehingga, laporan perkara seperti ini kerap masuk ke pihak Polres Malang Kota.

“Jadi mau beli HP atau sejenisnya, korban yang tertipu rata-rata males untuk berbelanja dan akhirnya masuk ke situs yang tidak jelas. Setelah melakukan pembayaran, maka ludeslah uang yang ditranfer karena barang yang dibelinya tidak kunjung tiba,” terangnya.

Baca Juga :  PPDB SMP Jalur Prestasi Akademik Dibuka, Begini Pesan Disdikbud

Heru mengaku sejauh ini dalam menangani kasus cyber crime masih terkendala dengan masalah fasilitas dan infrastruktur yang ada. Lantas dalam hal ini, Polres Malang Kota akan bekerja sama dengan pihak Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk meningkatkan kinerja pemberantasan kejahatan online.

“Memang fasilitasnya kami tidak seperti yang ada di Polda. Tapi kami akan bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Polda untuk memberantas kasus seperti ini,” jelasnya. (GUM)

Kanal Terkait