SATUKANAL.COM
Satgas Saber Pungli Goes to Campus
Satgas Saber Pungli Goes to Campus
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Satgas Saber Pungli Goes to Campus

Satukanal.com – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI melakukan sosialisasi Peraturan Presiden no 87 tahun 2016 tentang  di Universitas Brawijaya, Kamis (5/9).  Agenda ini menjadi rangkaian Kemenko Polhukam Goes to Campus sekaligus Gerakan Anti Korupsi di Universitas Brawijaya (UB).

Empat narasumber hadir untuk memberikan sosialisasi tersebut. Ialah Tenaga ahli Menko Polhukam RI Adi Warman SH MBA, Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Pol. Dr. Widiyanto Poesoko SH MSi, Ketua Polka Pencegahan Satgas Saber Pungli Pusat Drs Nugroho Bc.IP MSi, dan Sekretaris Pokja Pencegahan Satgas Saber Pungli Pusat Letkol CPM Endang Agustian SH MH.

Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat

Di hadapan ratusan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/ PTS) se- Malang Raya, Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Pol. Dr. Widiyanto Poesoko SH MSi menyatakan Nawacita Presiden Jokowi membutuhkan percepatan di berbagai bidang. Di periode pertamanya, Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan deregulasi ekonomi.

Baca Juga :  Lawan KDRT, WCC Dian Mutiara Gelar Kampanye Sekolah Paralegal di Masa Pandemi COVID-19

Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, Indonesia harus dapat mengundang investor sehingga tujuan akhirnya dapat membuka banyak lapangan kerja.

“Maka dari itu Presiden Jokowi mengatakan siapapun yang menghambat investasi harus dipangkas, mulai dari penyulitan perizinan sampai pungutan liar,” ujar Widiyanto.

Terhitung sejak 20 Oktober 2018 hingga 30 Juni 2019, jumlah pengaduan pungli mencapai 37 ribu pengaduan. Dari jumlah itu, sebanyak 12 ribu laporan ditindaklanjuti, sedangkan 13 ribu pengaduan lainnya tidak ditindaklanjuti lantaran bukan termasuk tindakan pungli atau hanya hoaks.

Dari 12 ribu pengaduan yang ditindaklanjuti, Widiyanto mengatakan lima ribu di antaranya ialah pungli di bidang pendidikan. Motif yang sering terjadi biasanya berupa biaya pengadaan seragam, formulir pendaftaran, modul pembelajaran, praktikum, hingga study tour. Mahasiswa, dalam hal ini dapat berperan aktif di masyarakat dengan memberikan infomasi dan pelaporan terkait tindakan pungli yang ditemuinya.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Universitas Brawijaya Sebagai Lingkungan Akademik

Terkait pembangunan posko Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Saber Pungli di tiap kota, ia berharap Universitas Brawijaya sebagai lingkungan akademik dapat berperan aktif. “Kalau di UB mau ada unit posko sendiri ya boleh. Tapi, kalau berkolaborasi dengan pemerintah kota juga bagus,” ujarnya. Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS. pun menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membentuk posko saber pungli.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr Emil Elestianto Dardak yang hadir untuk membuka kegiatan mengatakan dalam sambutannya berharap semua daerah di Jawa Timur bisa mempunyai posko Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) di tiap kota. Saat ini, sudah ada beberapa kota yang memiliki posko UPP Saber Pungli.

Di akhir sesi, UB dan Satgas Saber Pungli menandatangani nota kesepahaman dalam bidang Tri Dharma Pendidikan dan peningkatan SDM.

Kanal Terkait