Sanusi Ingatkan Seluruh Camat Serius Dalam PPKM Darurat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sanusi Ingatkan Seluruh Camat Serius Dalam PPKM Darurat
Bupati Malang, Sanusi saat menyampaikan kebijakan PPKM (Foto: Humas Pemkab Malang, Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Sanusi Ingatkan Seluruh Camat Serius Dalam PPKM Darurat

Satukanal.com, Malang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat merupakan fokus pemerintah kini. Bagaimana tidak, angka penyebaran Covid-19 sangat meningkat belakangan ini. Bahkan, di beberapa daerah Jawa Timur berubah zona dari orange kembali ke merah.

Beberapa pakar menyebutkan, jika lonjakan tersebut dipengaruhi oleh acuhnya protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan masyarakat. PPKM Darurat ini dilakukan sesuai Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021, bahwa seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus patuh menjalankan PPKM darurat. Tujuannya untuk menekan lonjakan penularan Covid-19 yang semakin berbahaya.

Bupati Malang, Sanusi meminta seluruh camat di wilayah Kabupaten Malang untuk serius menerapkan PPKM Darurat. Semua camat akan diawasi dan dievaluasi selama penerapan PPKM Darurat, yang berlangsung 3 Juli hingga 20 Juli mendatang.

Baca Juga :  Bosan Kala PPKM, Budidaya Ikan Jadi Pilihan

Menurut Sanusi, jika tidak sungguh-sungguh melaksanakan kebijakan dalam penanganan lonjakan Covid-19 maka akan di berikan sanksi. “Saya mengingatkan untuk warga Kabupaten Malang diharapkan memakai dobel masker mengingat Covid-19 varian baru sangat berbahaya dan penularannya sangat cepat,” himbaunya.

Pemenuhan disiplin prokes bagi masyarakat jadi senjata utama di tengah keadaan yang memburuk ini. Apalagi bila dibarengi sinergitas seluruh elemen masyarakat, tentu akan membuahkan hasil yang baik. Dia juga menghimbau agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sekolah kembali dilakukan secara Daring.

Baca Juga :  Batik Khas Batu Rambah Pasar Internasional

Selain itu, tidak ada lagi kerumunan serta pada pukul 20.00 WIB segala aktivitas masyarakat dihentikan. Beberapa item lain pun disebutkan Sanusi, seperti tempat ibadah tidak dipakai untuk kerumunan, kapasitas pasar atau supermarket hanya 50 Persen, warung atau rumah makan hanya dibolehkan take away, penutupan mall, resepsi hajatan hanya berkapasitas 30 persen dan kapasitas transportasi maksimal 70 persen.

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait