Santapan Sederhana Ala Presiden Pertama Indonesia - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Santapan Sederhana Ala Presiden Pertama Indonesia
Sukarno dan Fatmawati dengan Mukarto dan istrinya (Foto: Picryl)
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Santapan Sederhana Ala Presiden Pertama Indonesia

Satukanal.com, Nasional– Siapa sangka jika saus kental yang terbuat dari kacang tanah dengan berbagai rasa yang kompleks, pedas, manis, asin dan gurih ini menjadi kegemaran presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Bagi Bung Karno, begitu ia dikenal, tak ada makan yang paling disukainya di dunia ini selain sambal pecel. Ia hampir selau meminta saus kacang tanah itu tersaji di meja makannya.  Bahkan, saat ia melakukan kunjungan ke luar negeri pun, sambal pecel kecintaannya itu tak akan pernah ketinggalan menemani perjalanannya.

Tak melulu harus menyajikannya dengan sayur-mayur layaknya pecel pada umumnya, jika tak ada, Bung Karno akan puas hanya dengan menikmati sambal pecelnya saja. Sebut saja, Kolonel (Purn) Bambang Widjanarko, salah seorang mantan ajudan Bung Karno di era 1960-11965 yang menjadi saksi kecintaan Bung Karno pada sambal pecel.

Ia menceritakan bagaimana Presiden Indonesia pertama itu, gandrung dengan sambal pecel sehingga seringkali pelayan-pelayannya diwajibkan membawakannya kemana pun ia pergi. “Biasanya, sebagai pengganti keju atau mentega bapak akan mengoleskannya ke roti,” ungkap Bambang dalam bukunya Sewindu Dekat Bung karno.

Cerita serupa juga disampaikan Muslih bin Risan, mantan pelayan pribadi  keluarga Sukarno. Pria berusia sekitar 70 tahun ini menceritakan bahwa sambal pecel menjadi santapan favorit yang selalu ada di meja makan keluarga Bung karno. “Kalaupun tidak ada, Bapak pasti akan menanyakan,” ujarnya dikutip dari Historia.

Baca Juga :  Peringati Hari Museum Nasional, Remaja Kota Kediri Diajari Baca-Tulis Aksara Jawa

Santap siang Sukarno biasanya disajikan sambal pecel bersama pelengkapnya seperti lele juga lalapan daun pepaya dan daun singkong. Cara makannya sangat khas, yakni langsung mencomot dari cobek dengan tangan tanpa sendok maupun garpu. Muslih pun menyebut, Sukarno akan lupa dengan sekitarnya saat makan pecel.

Kesenangan Sukarno akan pecel itu, ternyata tak ubahnya dari Kota kelahiran Bapak Proklamator ini. Benar,  Blitar menjadi saksi bisu bagaimana kecintaan Sukarno terhadap makanan sayur mayur dengan saos kacang kentalnya itu.

Dikisahkan, Sukarno pun punya penjual pecel langganan di Blitar. Pecel Mbok Rah adalah salah satu pecel favoritnya. Bahkan, Sukarno akan selalu menyempatkan datang ke pecel Mbok Rah ketika berkunjung Blitar. Hal tersebut pun dibenarkan oleh Guruh Sukarno dalam Bung Karno dan Kesayangannya.

Bukan hanya sambal pecel Mbok Rah yang membuat Sukarno keranjingan menikmati berbagai makanan yang dicampur saus kacang itu. Pecel Mbok Pin alias Tukiyem pun bisa membuat  Sukarno jatuh hati. “Saya sampai hafal daun apa saja yang menjadi kesukaan Bung Karno dan berapa banyak harus diberi sambalnya,” ujar Mbok Pin dalam buku Menyingkap Tabir bung Karno.

Guruh menyebut bahwa Sukarno menjadi pelanggan Mbok Rah sejak tahun 1950. “Wah kalau Bapak sedang menikmati pecel sayur, walaupun yang namanya revolusi Indonesia berhenti, pasti Bapak tidak akan ambil pusing!” ujarnya dikutip dari Buku Bung Karno dan Kesayangannya.

Baca Juga :  Usai Parodikan Warkop DKI, Dirjen HAKI Sebut Warkopi Langgar Hak Cipta

Tak sampai disitu saja, saat kembali ke Jakarta, Sukarno tentu membawa serta sambal pecel asli racikan kota kelahirannya itu. Ia bahkan membawa sambal favoritnya itu saat berkunjung ke luar negeri.

Putra Sukarno itu juga mengatakan, saat di Mongolia, ayahnya pun membawa sambal pecel lantaran makanan disana banyak yang dicampur susu kuda. Begitu halnya saat di negara-negara Eropa, ia hanya akan memesan salad tanpa saus agar bisa dinikmatinya bersama samal pecel kecintaannya.

Dilansir dari Suka Duka fatmawati Sukarno, Fatmawati, istri Sukarno yang merupakan orang Sumatra juga berupaya keras mempelajari cara membuat sambal pecel. Kemudian, Hartini, istri lain dari Sukarno pun juga belajar membuat sekaligus menikmatinya agar bisa menarik perhatian sang suami.

Menariknya, tidak hanya orang-orang  terdekat Sukarno yang mengerti kecintaannya terhadap sambal pecel, eks Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Howard P. Jones juga mengerti akan hal itu. Disebutkan dalam Menyingkap Tabir Bung Karno, jika sudah bertemu makanan kesukaannya itu, Sukarno dengan lahap akan menghabiskannya tanpa menoleh kanan-kiri. “Ia bersantap seperti dikejar setan,” ungkapnya.

 

Pewarta: Adinda

Kanal Terkait