Sanitary Landfill TPA Malang, Olah Sampah Jadi Kompos Hingga Biogas - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sanitary Landfill TPA Malang, Olah Sampah Jadi Kompos Hingga Biogas
Foto: Kominfo Prov. Jatim
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Sanitary Landfill TPA Malang, Olah Sampah Jadi Kompos Hingga Biogas

SATUKANAL.com, MALANG– Pengelolaan sampah yang maksimal di Kota Malang kini dapat diwujudkan. Hal ini lantaran, adanya program sanitary landfill yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Program sanitary landfill yang merupakan kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM) ini, menggunakan sistem  atau metode pengelolaan sampah baik secara organik ataupun non organik. Dengan adanya sanitary landfill di TPA maka dampak pencemaran air, tanah maupun udara dapat diminimalkan, sehingga lebih ramah lingkungan.

“Ada dua titik untuk sanitary landfill yang disiapkan oleh Kementerian PUPR untuk 3R (reuse, reduce,recycle) dari sampah ada di Kota Malang lalu diolah disini. Insyaallah sehari bisa mengolah sampai 400 ton sampah. Satu lagi unit ada di Sidoarjo,” ungkap Gubernur Jatim, Khofifah saat melakukan kunjungan ke TPA sampah Supit Urang Kota Malang, Selasa (16/03/2021).

TPA Supit Urang sendiri memiliki luas 32 hektar dimana 16 hektar lahan sedang dalam proyek sanitary landfill. TPA ini disebutkan juga dapat mengolah sampah sekitar 400 ton per hari yang melayani 700 ribu jiwa selama 5-7 tahun.

Baca Juga :  Jaringan Pengedar Narkoba Diamankan Satreskoba Polresta Malang, Salah Satunya PNS

Dengan adanya proses pengelolaan sampah ini, Khofifah yang didampingi Wali Kota Malang Sutiaji dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Wahyu Setiono optimis jika nantinya dapat  berdampak pada multiplier profit yang baik bagi Kota Malang.Salah satunya yakni dapat mensuplai kompos bagi para petani yang berada di daerah sekitar Kota Malang, seperti Kota batu ataupun Kabupaten Malang.

“Ini sangat sehat dan tentu ada nilai tambah bagi petani juga makin tinggi. Jadi pengolahan kompos setelah pengolahan sampahnya bisa digunakan untuk memaksimalkan pupuk organik bagi petani,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan bahwa sanitary landfill ini merupakan sistem untuk mengolah sampah dengan cara menumpuk sampah dengan coral (bebatuan).

“Jadi caranya sampah itu dipadatkan, kemudian ditumpuki coral. Dari situ maka akan keluar lijit (cairan sampah) yang nantinya dapat dimanfaatkan menjadi biogas,” ucapnya

Dalam prosesnya, Wahyu menjelaskan, bahwa sampah lebih dulu dipadatkan menjadi satu sebelum ditumpuki oleh coral agar nanti keluar cairan sampah.Coral tersebut berfungsi untuk menyaring sampah, agar nantinya yang keluar hanya cairannya saja yang kemudian disalurkan ke pipa.

Baca Juga :  Ucapan HUT Kota Malang ke-107, Warganet Ramaikan Dengan Posting Logo di Medsos #107KotaMalang

Dari situlah nanti akan keluar bio gas yang nantinya bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi. “Dari hasil diskusi, kemungkinan bisa menerangi 60 rumah, itu nanti jika ada kelebihan akan dibakar dengan sistem ramah lingkungan,” ucapnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga memberikan pendapatnya terkait program sanitary landfill di TPA Supit Urang. Pihaknya, sejauh ini sedang mengusahakan agar pemeliharaan dan operasional TPA tersebut berjalan baik.

“Kami masih menunggu tenaga-tenaga terampil yang sedang mengikuti pelatihan untuk pelaksanaan operasionalnya. Untuk anggaran pun telah kami alokasikan untuk kegiatan sanitary landfillnya,” terangnya lebih lanjut.

Sutiaji juga menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat tetntang pemilahan sampah juga terus dikuatkan. “Kedepannya, kami akan buat kebijakan bahwa sampah campur tidak akan diambil dan diproses. Agar masyarakat lebih sadar. Kami juga akan meminta RT dan RW untuk mensosialisasikan ini kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait