Saksi Rektor Brawijaya Tak Hadir Sidang Lanjutan Kasus Subur | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Saksi Rektor Brawijaya Tak Hadir Sidang Lanjutan Kasus Subur

Satuchannel.com, Kota Malang – Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Anggota DPRD Kota Malang, Subur Triono kembali berlanjut, Rabu (7/5/2017). Pada Sidang lanjutan ini, diagendakan ada pemeriksaan saksi yang dipimpin Sihar Hamonangan Purba sebagai Hakim Ketua

Dalam agenda sidang pemeriksaan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadwalkan, saksi Rektor UB, Muhammad Bisri untuk hadir dan memberikan keterangannya terkait kasus Subur.

Subur saat disidang di Pengadilan Negeri Kota Malang

Sampai sidang dimulai, saksi yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Meski saksi tidak hadir, sidang pun tetap dilanjutkan.

Bagaimanapun, Sihar Hamonangan memutuskan untuk melakukan penundaan jalannya sidang hingga satu minggu ke depan dengan agenda tuntunan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sidang akan dilanjutkan lagi, Senin mendatang dengan agenda tuntutan dari Jaksa,” tuturnya.

Terkait tidak hadirnya saksi, kuasa hukum Subur Triono, Hatarto Pakpahan mengatakan, sebenarnya setiap warga negara berhak memenuhi kewajiban datang untuk dimintai keterangan, apalagi saksi dipanggil resmi oleh pihak PN.

Dalam hal ini, Hatarto kembali menyatakan beberapa keberatannya. Pertama, dia menjelaskan, peristiwa yang menjadi dakwaan sebenarnya tidak masuk lingkup hukum pidana, namun merupakan perkara perdata.

“Seperti dikatakan sebelumnya, uang yang diberikan pelapor Endang Setiawan (ES) sebesar 600 juta sudah dibayar lunas. Hal ini pun sesuai materai perjanjian yang telah disepakati kedua pihak. Hanya saja, karena permintaan ES tidak sesuai dan uang yang dikembalikan pun telat. Ini jadi masalah,” paparnya.

Pihak Hatarto saat ini sudah membuat bukti surat kesepakatan damai antara pelapor dan terlapor. Disertakan pula dalam kesepakatan, kwitansi pegembalian uang serta pencabutan laporan polisi dari pelapor.

“Jadi, kami berharap putusan seringan ringannya, bahkan bebas,” tutur Hatarto. (GUM)

Kanal Terkait