Saksi Pilu, Korban Selamat Tanah Longsor di Nganjuk - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Saksi Pilu, Korban Selamat Tanah Longsor di Nganjuk
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Saksi Pilu, Korban Selamat Tanah Longsor di Nganjuk

Satukanal.com, Nganjuk – Bencana tanah longsor merobohkan Rumah Nike (30) Minggu (14/02/2021) menjelang waktu malam. Sempat terdengar seperti suara mobil, menanjak dengan sangat keras. Ternyata, suara bencana tanah longsor sedang menimpa lokasi perkampungan rumah miliknya.

Berlokasi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, RT 01 RW 06 Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Bencana tanah longsor menjadi duka sangat mendalam dialaminya Nike. Teringat olehnya, suasana gelap mencekam yang diakibatkan pemadaman listrik.

“Waktu kejadian di rumah waktu sholat Magrib, juga keadaan lampu mati. Pas berdoa, ada suara seperti mobil mau naik gak kuat. Pas khusyuk berdoa, ternyata tanah longsor,” ucapnya ke Satukanal.com, Senin 15 Februari 2021.

Dalam waktu sekejap, reruntuhan tanah roboh dan menimbun rumah sebanyak 55 Kepala Keluarga (KK). Dirinya menjadi salah satu korban selamat dalam peristiwa tanah longsor di Dusun Selopuro.

Sebelumnya dikatakan memang ada retakan, yang terjadi di atas lereng perkampungan warga Selopuro, sejak delapan (8) tahun lalu. Namun, tidak ada penanganan lebih lanjut dilakukan di retakan tersebut. Selain itu juga telah ada pemasangan Early Warning System (EWS) di lokasi terdampak.

Baca Juga :  Ditemukan 2 Dirawat, 3 Meninggal, 182 Mengungsi Akibat Tanah Longsor di Nganjuk

Adanya Early Warning System (EWS) sebagai penanda bencana tanah longsor juga tidak berdampak kepada warga Selopuro. Disebutkan, alarm tidak berbunyi saat terjadinya tanah longsor. Bahkan timbunan tanah yang sangat cepat, tidak banyak hal bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri.

“Ada yang bilang bunyi, tapi aku gak denger. Rumahku posisi diatas, jadi gak bisa lari. Semua rumah yang dibawah semua hancur habis, orang tertimbun tanah. Rumah saya, Alhamdulillah cuma roboh, selamat semua,” terangnya.

Akibat dari deras suara hujan, disebutkan membuat samar bunyi alarm Early Warning System (EWS) yang dipasangkan lereng rumahnya. Menurut Nike, hal ini menjadi yang pertama kali selama bertahun-tahun bertempat tinggal di Dusun Selopuro.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Lakukan Peninjauan Evakuasi Tanah Longsor di Nganjuk

Dirinya mengaku tidak bisa melarikan diri saat terjadinya bencana tanah longsor. Saat ditemukan warga, dalam keadaa terjepit reruntuhan rumah. Bahkan sudah tidak ingat proses terjadinya bencana.

“Saat ditemukan, saya gak ingat. Saya di evakuasi sendiri sama tetangga, saat itu belum ada petugas. Dalam keadaan hujan dan mati lampu,” tuturnya.

Ditemukan dalam keadaan selamat, Nike bersama 4 anggota keluarga lainnya. Yakni suami Heri Sumarto (37), kedua anaknya Salwa (9 bulan), Annisa (16 bulan). Beserta Ibunda Nike, bernama Sukinem (53).

Hingga saat ini, Nike dan warga terdampak bencana tanah longsor lainnya, berada di pengungsian SDN 1 Ngetos Nganjuk. Yakni sebanyak 182 jiwa, diperoleh data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk.

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait