Saat Kaum Milenial Nyinden ‘Lewung’ di Gema Mredangga Candi Tegowangi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20191219_170712-960x640
Tabuhan gendang siswa SMAN 1 Mojo di Gema Mredangga Candi Tegowangi. Foto: Isna
BERITA ISU PILIHAN

Saat Kaum Milenial Nyinden ‘Lewung’ di Gema Mredangga Candi Tegowangi

SATUKANAL, KEDIRI –  Sebagai peninggalan bersejarah, relief yang ada di dinding candi tak hanya sebagai hiasan atau cerita kehidupan di masa lalu. Lebih dari itu, kisah dalam relief candi juga dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di masa kini.

Pesan itulah yang coba dimanfaatkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri melalui relief Candi Tegowangi. Di sisi utara dan selatan Candi Tegowangi terdapat relief mredangga. Dalam bahasa Sansekerta, mredangga berarti penabuh gendang.

Untuk mengejawantahkan cerita di pahatan dinding candi tersebut, Disparbud mengadakan lomba menabuh gendang bagi siswa SMA-SMK negeri se-Kabupaten Kediri, Kamis (19/12/2019). Lomba bertajuk Ekshibisi Perkusi Cagar Budaya “Gema Mredangga” ini diikuti oleh 17 SMA-SMK negeri se-Kabupaten Kediri.

Kepala Bidang Sejarah Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko ingin menjadikan candi sebagai inspirasi bagi masyarakat. “Selama ini candi hanya dikenalkan sebagai peninggalan sejarah. Padahal selain dikenalkan, candi juga bisa dimanfaatkan,” tutur Yuli saat membuka Gema Mredangga.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri, Siagakan Tambah Nakes

Melalui Gema Mredangga, ia juga berharap generasi milenial dapat mencintai sejarah dan budaya. “Karena di situ ada nilai sejarah yang bisa menjadi bimbingan untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tak hanya untuk membuat pertunjukan nyata dari kisah relief candi, Gema Mredangga juga sebagai upaya pelestarian kesenian khas Indonesia bagi generasi muda. Sebab, salah satu penilaian juri selain gendang, ialah vokal melalui lagu yang dibawakan.

Saat Satukanal.com turut menyaksikan penampilan peserta, semua peserta memang membawakan lagu yang mengisahkan sejarah atau lagu-lagu Jawa. Sebut saja di antaranya lagu legendaris Anoman Obong, Prau Layar, atau Lewung.

Salah satu milenial yang membawakan lagu Lewung ialah Nur Kholis Laylatul Afifah. Gadis yang akrab disapa Layla ini membawakan lagu Lewung diiringi tabuhan gendang oleh tiga temannya. Sebagai generasi muda, ia merasa nyaman mendengarkan lagu-lagu Jawa.

Baca Juga :  Melanggar Prokes PPKM, Konsumen Akan Ditindak Satpol-PP Kota Kediri

“Ya nyaman sih, semua lagu sebenernya suka,” ujarnya.

Meski mendengarkan lagu barat baginya sah-sah saja, namun Layla juga berharap kaum muda seusianya melestarikan lagu-lagu Jawa tradisional. “Ya melestarikan budaya kita sendiri, lah, biar tidak punah. Masa selalu merasa ‘waah’ dengan lagu dari negara lain, tapi lagu dari negara kita, bahkan daerah kita, ya kalau bisa dilestarikan,” pesan siswi SMAN 1 Gurah ini.

Yuli mencita-citakan Gema Mredangga dapat menjadi kegiatan rutin. Mendatang, Yuli ingin melibatkan siswa SMP sebagai peserta. Terlebih, sejak 2018 Disparbud sudah menjalankan program Cagar Budaya Masuk Sekolah ke sejumlah SMP negeri di Kabupaten Kediri.

Candi Tegowangi merupakan candi peninggalan kerajaan Hindu. Candi ini terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. (adv)

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait