RUU Larangan Minuman Beralkohol, Sanksi Pidana 10 Tahun Bagi Penjual | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
RUU Larangan Minuman Beralkohol, Sanksi Pidana 10 Tahun Bagi Penjual
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

RUU Larangan Minuman Beralkohol, Sanksi Pidana 10 Tahun Bagi Penjual

SATUKANAL.com, NASIONAL – Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman beralkohol (minol). RUU larangan minuman beralkohol tersebut diusulkan oleh 21 anggota DPR rinciannya adalah, 18 dari Fraksi PPP, 2 dari Fraksi PKS, dan 1 dari Fraksi Partai Gerindra. RUU tersebut terdiri dari tujuh bab dan 24 pasal yang berisi definisi minuman beralkohol, pengawasan, tata laksana pelarangan, hingga sanksi pidana bagi pihak yang melanggar.

Apabila RUU ini disahkan menjadi UU maka setiap orang yang memproduksi, menjual, menyimpan, maupun mengkonsumsi minuman beralkohol dapat terancam hukuman pidana. RUU ini juga mengatur agar nantinya minuman beralkohol tidak diperjual belikan oleh sembarangan orang.

“Setiap orang dilarang memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, Minuman Beralkohol tradisional, dan Minuman Beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bunyi Pasal 6 draf RUU tersebut.

Baca Juga :  Pjs Bupati Mojokerto Bersama PemKab Serahkan 1500 Sertifikat Tanah Kepada Warga Mojokerto

Pada pasal 19 RUU Larangan Minuman Beralkohol tersebut menjelaskan ancama pidana dan denda bagi para pedagang minuman keras yakni pidana penjara paling sedikit 2 tahun dan paling lama 10 tahun atau denda paling sedikit Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“RUU ini bertujuan melindungi masyarakat dari dampak negatif, menciptakan ketertiban, dan ketenteraman di masyarakat dari para peminum minuman beralkohol, selain itu adanya RUU ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol,” kata Illiza, Rabu (11/11/2020), dikutip dari Kompas.

Baca Juga :  Mengusung Tema “Pahlawanku Sepanjang Masa”, Ini Makna Logo Hari Pahlawan 2020

Pada Bab II menjelaskan tentang Klasifikasi Pasal 4 Ayat (1), yang mana klasifikasi minuman beralkohol yaitu golongan A (kadar etanol kurang dari 5 persen), golongan B (kadar etanol antara 5 sampai 20 persen), dan golongan C (kadar etanol antara 20 sampai 55 persen).

Pada waktu-waktu tertentu larangan minuman beralkohol di kecualikan bagi beberapa acara seperti, kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan oleh perundang-undangan.

Tujuan disusunnya RUU ini adalah melindungi masyarakat dari dampak negatif minuman beralkohol, menciptakan ketertiban dan ketentraman yang ada di lingkungan masyarakat. Serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait