Rusunawa UB Bakal Jadi Safe House? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Rusunawa UB Bakal Jadi Safe House?
Rusunawa Universitas Brawijaya (Foto: Ilustrasi/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Rusunawa UB Bakal Jadi Safe House?

Satukanal.com, Malang – Angka positif Covid-19 di Kota Malang kian melonjak tajam. Pemkot Malang berencana menambahkan Safe House di Rusunawa UB.

Dari hasil tinjauan yang dilakukan jajaran Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Kota Malang, rusunawa yang berada di kawasan Dieng ini dirasa cocok jika dijadikan safe house bagi pasien Covid-19.

Menurut Walikota Malang Sutiaji, pihaknya telah mencoba melakukan komunikasi dan koordinasi terbatas dengan Rektor Universitas Brawijaya yakni, Nuhfil Hanani pada Senin (28/6) lalu.

Hasil koordinasipun menyatakan bahwa, pihak UB memberikan lampu hijau Rusunawa UB Dieng digunakan sebagai safe house bagi para pasien Covid-19.

“Setelah kita tinjau, itu tinggal masuk. Bed-nya sudah ada. Ada 50 kamar kali 4. Jadi, ada 200 bed yang insyaAllah akan kami siapkan,” ungkap Sutiaji pada Satukanal.com.

Ada dua gedung besar yang bakal digunakan sebagai tempat transit para pasien dan untuk ruang pengawasan. Serta satu gedung berlantai tiga yang bakal dijadikan tempat safe house pasien Covid-19.

Selain itu, di Rusunawa UB Dieng terdapat beberapa fasilitas penunjang yang cukup lengkap. Mulai dari Mushola hingga ventilasi udara yang lumayan banyak, sehingga membuat sirkulasi udara segar kembali.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional, Lembaga Perlindungan Anak: Kurangi Gatget untuk Anak!!!

“Saya kira sirkulasinya juga bagus. Tidak memakai AC, karena ini sudah di dataran tinggi, dan ventilasinya sudah cukup memadai,” imbuhnya.

Untuk target penggunaan Rusunawa UB Dieng sebagai tempat safe house pasien Covid-19, Bangunan tersebut akan dipergunakan Pemkot Malang dalam waktu dekat ini.

Namun, pihak Pemkot juga tetap akan memenuhi fasilitas di safe house Jalan Kawi, Kota Malang. “Nanti insyaAllah tidak hanya warga Kota Malang. Siapa pun yang kena Covid-19 bisa ditampung di sini. Saat ini kita tidak bisa berbicara sektarian, kita bicara kepentingan semua,” ujar Sutiaji.

Lebih lanjut, mengenai koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Malang karena Rusunawa UB Dieng berada di wilayah Kabupaten Malang, Sutiaji juga yakin bahwa tidak sulit berkomunikasi terkait kepentingan kesehatan bersama.

“Saya yakin tidak susah berkoordinasi dengan kabupaten. Ini bukan tiba-tiba, tapi rencana. Nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat sehingga ini menjadi sesuatu yang tidak jadi masalah,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor UB Nuhfil Hanani mengaku setelah dihubungi Sutiaji tadi malam terkait penanganan lonjakan pasien Covid-19 di Kota Malang, langsung melakukan rapat terbatas pada subuh tadi.

Baca Juga :  Imbas PPKM di Malang, Pedagang Makanan Merugi

“Saya itu rapat subuh. Langsung saya putuskan iya. Tadi pagi teman-teman langsung mengatur tempat-tempatnya agar sudah oke semuanya,” ujarnya.

Nuhfil menegaskan bahwa, keselamatan nyawa manusia itu menjadi urusan yang penting. Selain itu, perekrutan tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran UB akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Namun, yang jelas UB sendiri melalui tenaga PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) yang tersebar di beberapa rumah sakit telah berkomitmen untuk melakukan penanganan Covid-19 sejak awal kemunculannya.

Maka dari itu, dalam melakukan penanganan lonjakan Covid-19 di Kota Malang, perlu peran semua pihak. Adanya tempat safe house juga akan membantu proses penyembuhan pasien Covid-19 lebih cepat.

“Karena rumah isolasi mandiri ini kan juga sangat penting agar tidak menulari. Juga bagi mahasiswa ini menjadi sangat penting karena kalau isolasi di kos-kosannya tidak efektif,” pungkas Nuhfil.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait