Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Cuma Bisa Tangani Maksimal 60 Pasien Corona | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Rumah Sakit Saiful Anwar
Rumah Sakit Saiful Anwar
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Cuma Bisa Tangani Maksimal 60 Pasien Corona

Satukanal, Malang – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan virus corona di Jawa Timur ternyata memiliki kapasitas yang terbatas untuk tangani pasien Covid-19.

Meskipun telah menambah ruang perawatan isolasi namun Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ternyata hanya mampu menangani maksmal 60 pasien corona saja.

“Maksimal 50 hingga 60 pasien. Lebih dari itu kami menyerah. Itu sebabnya kami berterima kasih karena Pemerintah Kota Malang sudah menyiapkan skema lain untuk siaga Covid-19 ini,” kata Wakil Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dr Syaifullah Asmiragani pada wartawan, Rabu (18/3/2020).

Syaifullah menyampaikan, jumlah kamar yang disiapkan tersebut menyesuaikan dengan kemampuan medis RSSA Malang.

Baca Juga :  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Rutin Gelar Festival Tari Virtual

Pasalnya, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Kementeriam Kesehatan, dokter yang menangani virus corona harus donter spesialis paru-paru.

Rumah Sakit Saiful Anwar Malang sendiri saat ini memiliki sekitar 13 dokter spesialis paru-paru.

Selanjutnya dibantu oleh tenaga medis lainnya seperti perawat hingga ahli gizi untuk penanganan corona yang jika ditotal seluruhnya mencapai 91 tenaga ahli.

Namun jika jumlah pasien terus bertambah, RSSA Malang telah bersiap dengan dokter spesialis penyakit dalam.

“Karena yang merawat pasien dalam pengawasan (PDP) maupun yang positif corona itu harus menggunakan alat pelindung diri (APD). Dan mereka bekerja di suhu negatif. Lelahnya sangat luar biasa dan sangat panas,” terangnya.

Baca Juga :  Tagar #gerakan56detik, Kemenkes Ajak Tepuk Tangan Peringati Hari Kesehatan Nasional ke-56

Lebih jauh dia menyampaikan, saat ini RSSA Malang memang kekurangan APD.

Sehingga, cara yang dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan APD adalah menunda pembedahan yang tidak terlalu mendesak.

Selanjutnya mengalihkan APD untuk dimanfaatkan dalam penanganan Covid-19.

“Dan cara lain adalah mencoba mencari rekanan untuk membuat APD. Karen itu bahannya nggak sembarangan. Dan kalau beli sekarang sudah tak banyak, kalaupun ada harganya naik hingga tiga kali lipat,” tambah dia.

Karena faktor itulah membuat RSSA Malang ekstra hati-hati dalam menangani pasien khusus Corona.

Editor : Heryanto

Kanal Terkait