Rp 1,4 Kuadriliun Menanti Warga Bumi yang Bisa Menambang Asteroid - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Rp 1,4 Kuadriliun Menanti Warga Bumi yang Bisa Menambang Asteroid
Ilustrasi asteroid mendekati Bumi (Foto: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN))
BERITA Kanal Artikel

Rp 1,4 Kuadriliun Menanti Warga Bumi yang Bisa Menambang Asteroid

Satukanal.com, Nasional – Warga Indonesia sempat dihebohkan soal batu meteor yang jatuh di rumah Joshua Hutagalung (34) di Desa Satahi Nauli, Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Jatuhnya benda luar angkasa tersebut sontak mendapat perhatian dari warga sekitar karena batu meteor dengan berat 1,8 kilogram ini bisa laku hingga ratusan juta.

Batu mneteor yang membuat atap rumah Joshua bolong itu berhasil terjual Rp 200 juta kepada Jay Piatek (53) pria pemburu meteorit asal Amerika Serikat. Pembelian dilakukan melalui perantara Jared Collins, warga AS yang tinggal di Bali untuk menemui Joshua dan membeli meteorit itu.

Bagi setiap penduduk Bumi, menambang galian di asteroid ternyata berpotensi memberikan kekayaan sebesar US$100 miliar (Rp1,4 kuadriliun), lebih kaya dari penjualan batu meteor yang jatuh ke Bumi.

Menurut laporan dari cnbcindonesia, setiap orang di Bumi bisa mendapat Rp1,4 kuadriliun dari hasil menambang asteroid yang ada diantara orbit Mars dan Jupiter berdasarkan penuturan NASA.

Baca Juga :  Dana Minim Tetap Bisa Kuliah di Luar Negeri? Ini Rekomendasi dan Tipsnya

Namun, potensi tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh penduduk bumi karena masih terhambat oleh kemajuan teknologi untuk bepergian ke luar angkasa dan melakukan penambangan di sana.

Dilansir dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), asteroid memang bisa menjadi sumber tambang mineral yang diperlukan manusia. Hal tersebut disebabkan, adanya permintaan bahan logam yang terus meningkat sementara persediaan di Bumi terbatas.

Sementara itu, Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Andi Pangerang mengatakan Terdapat tiga tipe umum Asteroid, yaitu :

1. Tipe C (berkarbon)

Asteroid tipe-C memiliki banyak karbon organik, fosfor, dan bahan utama lain untuk pupuk yang dapat digunakan untuk menumbuhkan tumbuhan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Melandai, Simak Aturan Baru Bagi WNI/WNA yang Ingin Masuk RI

2. Tipe S (mineral silikat)

Asteroid ini mengandung lebih banyak logam dan air yang sedikit.

3. Tipe M (moderat)

Jenis asteroid satu ini mengandung logam hingga 10 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan asteroid tipe-S. Namun asteroid ini jarang dijumpai.

Selain itu, Andi juga memberikan empat pilihan menambang asteroid, antara lain:

  1. Manufaktur Ruang Angkasa (In-Space manufacturing ISM), bisa diaktifkan dengan Bioing atau penambangan secara biologis.
  2. Membawa bahan asteroid mentah ke Bumi untuk digunakan.
  3. Memproses nya di tempat lalu dibawa kembali bahan yang telah diproses. Dapat diproduksi juga Propelan dalam perjalanan pulang.
  4. Mengangkut asteroid ke orbit yang aman sekitar Bulan atau Bumi serta bisa juga ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Secara hipotesisi, ini memungkinkan sebagian besar bahan terpakai dan lainnya terbuang.

 

 

Pewarta: Viska

Kanal Terkait