Rojokeling Woodcraft Malang Sulap Limbah Kayu Jadi Karya Bernilai Tinggi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Rojokeling Woodcraft Malang Sulap Limbah Kayu Jadi Karya Bernilai Tinggi
BERITA HIGHLIGHT KOTA MALANG STRAIGHT NEWS

Rojokeling Woodcraft Malang Sulap Limbah Kayu Jadi Karya Bernilai Tinggi

Satukanal.com, Nasional – Di tangan Mario Corpiony Benet, pemuda asal Jl Kemantren 1 Klayatan, Sukun, Kota Malang, sulap limbah kayu menjadi berbagai produk furnitur bahkan dekorasi interior. Ilmu pemanfaatan limbah kayu tersebut ia dapat ketika mengikuti pelatihan kerja semasa berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Bernama Rojokeling Woodcraft, Usaha pemanfaatan limbah kayu ini didirikan oleh Mario Banet bersama dengan temannya dan berdiri sejak tahun 2014 lalu.

Awal pendirian Rojokeling Woodcraft, Mario Bannet mengawalinya dengan membuat sebuah miniatur kapal penisi. Kualitas dari Kapal penisi buatan Mario ini memang sudah tidak diragukan lagi. Sebab, semua detail kapal penisi ia buat semirip mungkin dengan gambar aslinya.

Pembuatan miniatur kapal penisi sekarang sudah tidak dilanjutkan lagi. Hal tersebut dikarenakan, kurangnya sumber daya manusia (SDM) saat proses pembuatan miniatur kapal penisi tersebut.

Selain itu, alasan tidak dibuatnya kembali miniatur kapal penisi dikarenakan harga jual yang tinggi serta pasar yang terbatas dan hanya di minati para kolektor yang paham akan seni. “Miniatur kapal agak susah kalau dikembangkan karena pasarnya terbatas di kalangan kolektor,” Ujarnya.

Baca Juga :  Disebut Melanggar Hukum, TikTok Cash Resmi Diblokir Kominfo

Oleh karena itu, Rojokeling saat ini lebih memilih fokus untuk mengerjakan desain interior dari limbah kayu pallet serta kacamata dari limbah kayu jati dan sonokeling serta pohon nangka yang diambilnya dari pasuruan, surabaya dan Mojokerto.

Mario sendiri kerap mendapatkan pesanan pengerjaan borongan beberapa kafe yang ada di Malang. Seperti membuat satu set meja dan kursi kafe, hingga berbagai furnitur lain yang terbuat dari limbah kayu pallet.

Menurutnya, tantangan dalam membuat furnitur dari limbah kayu pallet adalah, adanya ukuran yang berbeda-beda dan adanya bekas paku pada limbah kayu tersebut. Maka, saat proses pengerjaan harus pandai menyesuaikan kondisi limbah kayu.

Dengan bantuan 7 orang karyawannya, ia dapat membuat berbagai macam woodcraft dan furnitur. Tak sembarang limbah kayu yang bisa menjadi bahan dasarnya. “Konsep saya disini itu, mengolah limbah kayu menjadi barang kreatif berupa woodcraft dan furnitur,” Ujarnya.

Selain mengerjakan pesanan dari beberapa kafe di Malang, Mario bersama dengan 7 karyawannya tersebut memanfaatkan limbah kayu menjadi barang kreatif yang bernilai jual tinggi. Seperti hiasan lampu, alemari palet, tempat pot bunga, name tag, dan beberapa furnitur lainnya.

Baca Juga :  Ikan Kakatua, Ikan Cantik Yang Disebut Tak Boleh Dikonsumsi. Ini Alasannya

Bahkan karya-karya Rojokeling Woodcraft seperti produk kacamata dan jam tangan yang terbuat dari kayu, kini tembus pasar ekspor yakni Amerika dan Inggris. Mario juga aktif mengikut sertakan produk buatannya untuk meramaikan pameran-pameran woodcraft.

Berbeda dengan produk furnitur yang menggunakan branding Rojokeling Woodcraft. Produk kacamata kayu buatan Mario ini berkolaborasi dengan yayasan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Sadar Hati Kota Malang, Sehingga diberi nama “Sahawood“.

“Sahawood, kepanjangannya Sadar Hati Woodcraft, karena kita berkolaborasi dengan yayasan Sadar Hati. Sahawood ini sudah di ekspor hingga ke luar negeri dengan harga diatas 500 ribu” Ujarnya.

Selain menjalankan bisnis, Mario juga aktif memberikan pelatihan keterampilan mengolah kayu. Ia berharap agar, kaum yang dianggap marjinal bisa berkembang dan punya kehidupan yang lebih baik, seperti yang tengah ia alami saat ini.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait