SATUKANAL.COM
BERITA

Ristekdikti Minta Mahasiswa Papua Tidak Pulang

Akhir-akhir ini, banyak terjadi peristiwa keributan yang melibatkan mahasiswa Papua. Keributan juga sempat terjadi di Kota Malang.

Tim Ahli Program Afirmasi Pendidikan Tinggi, Dr Andi Ilham Mahmud meminta mahasiswa Papua tidak sampai pulang ke Papua dan kembali lagi ke bangku perkuliahan.

Hal ini dinyatakan Andi saat Peninjauan Mahasiswa Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) di Gedung Rektorat UB beberapa waktu yang lalu.

“Akhir-akhir ini banyak terjadi peristiwa-peristiwa keributan antara mahasiswa Papua dengan Warga sekitar terutama di Kota Malang. Jangan sampai kalian berkecil hati, dan merasa rendah diri selama mengikuti perkuliahan. Dan jangan sampai pulang ke Papua dan tidak kembali lagi ke bangku perkuliahan, adik-adik sendiri yang akan rugi di kemudian hari,” ujarnya kepada 64 mahasiswa Papua.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Yang kedua, ia meminta mahasiswa Papua tidak mudah terpancing emosi atas peristiwa-peristiwa keributan yang terjadi.

“Pemerintah saat ini berupaya untuk meredam peristiwa kerusuhan ini demi keamanan mahasiswa Papua yang menempuh pembelajaran PTN, khususnya di Kota Malang,” jelasnya.

Ke depannya, Andi berharap dan berpesan agar mahasiswa yang berasal dari Papua tidak mudah terprovokasi isu-isu negatif.

“Teruslah mengikuti proses pembelajaran sampai kalian resmi menjadi sarjana sehingga dapat membantu pembangunan di Papua,” pesannya.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Perlu diketahui, program beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan akses pendidikan tinggi.

Program ADik membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa dari daerah Papua dan Papua Barat serta daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Saat ini total mahasiswa yang mengikuti program ini dari tahun 2017 berjumlah 3.500 mahasiswa yang semuanya tersebar di sejumlah PTN di Indonesia.

Kanal Terkait