Riskan Terjadi Praktik Money Politic, Ribuan Personel Kepolisian Polres Malang Disiagakan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Riskan Terjadi Praktik Money Politic, Ribuan Personel Kepolisian Polres Malang Disiagakan

Kurang dari sebulan kedepan, tepatnya 26 hari mendatang. Masyarakat Indonesia termasuk di Kabupaten Malang bakal menggelar Pemilu (Pemilihan Umum) serentak pada 17 April. Guna menciptakan situasi yang kondusif, Polres Malang mengadakan Apel Gelar Pasukan, Jumat (22/3/2019) pagi.

Dalam agenda yang berlangsung di lapangan Satya Haprabu Polres Malang ini, selain melibatkan jajaran kepolisian, TNI, KPU (Komisi Pemilihan Umum), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, Plt Bupati Malang Sanusi serta beberapa instansi terkait lainnya, turut dilibatkan dalam rangka menghadapi pemilu 2019. “Pada agenda kali ini, sedikitnya diikuti oleh 522 personel gabungan. Namun dalam rangka pengamanan pemilu, kami bakal menyiagakan lebih dari 1.000 personel,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, ketika ditemui usai acara.

Perwira polisi dengan pangkat dua melati dibahu ini menambahkan, selain memastikan pemilu berjalan secara kondusif. Pihaknya juga menginstruksikan angota Reskrim Polres Malang serta Polsek jajaran untuk memberantas money politik yang marak terjadi ketika pemilu berlangsung. “Petugas dikerahkan untuk aktif melakukan pencegahan money politik, termasuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran hukum semacam itu,” tegas Ujung kepada kami.

Baca Juga :  PHRI Kota Malang Usulkan Pengunjung Hotel dan Restoran Sudah Tervaksin

Jika mengacu pada kasus sebelumnya, Polres Malang sempat mengamankan tiga orang pelaku botoh (Judi Pilkades). Mereka adalah Nur Wiji, Pondi, dan Muhammad Mursit. Dari ketiga warga Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga buah handphone, rekapan judi botoh, serta uang tombokan senilai Rp 40,8 juta.

“Kami memang pernah ungkap kasus judi botoh di pilkades yang diadakan disalah satu desa di Kecamatan Gondanglegi. Namun terkait money politik pada pemilu mendatang, dari pantauan kami masih tergolong aman. Petugas sementara ini belum menemukan indikasi tersebut (money politik),” sambung Ujung.

Baca Juga :  Senin Depan Pemkot Malang Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Selain fokus pada pemberantasan money politik, tim gabungan juga dikerahkan untuk memberantas peredaran hoax yang marak terjadi ketika menjelang pemilu 2019. “Saya menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpengeruh kabar hoax. Sebab hoax terbukti bisa memecah proses demokrasi, semoga proses pemilu mendatang bisa berjalan secara aman, tertib, dan kondusif,” himbau Ujung.

“Secara teknis tim gabungan yang dikerahkan kelapangan bertugas untuk mengawal proses pemilu mulai dari persiapan hingga pengiriman kembali kotak suara ke KPU,” saut anggota polisi nomor satu di Kabupaten Malang ini.TI

Kanal Terkait