Resmikan Kampung Tangguh Semeru, Pjs Bupati Mojokerto Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Resmikan Kampung Tangguh Semeru, Pjs Bupati Mojokerto Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Resmikan Kampung Tangguh Semeru, Pjs Bupati Mojokerto Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

SATUKANAL.com, MOJOKERTO– Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo bersama Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi serta Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, meresmikan Kampung Tangguh Semeru di tiga wilayah utara sungai Kabupaten Mojokerto.  Peresmian Kampung Tangguh Semeru dilakukan di Pendapa Kantor Kecamatan Masing-masing pada kamis (19/11/2020).

Dua kecamatan yang termasuk dalam Kampung Tangguh Semeru ini yaitu Kecamatan  Gedeg (9 desa) yang terdiri dari Ngares Kidul, Berat Wetan, Jerukseger, Terusan, Bandung, Batan Krajan, Gembongan, Sidoharjo dan Desa Gedeg. Serta Kecamatan Kemlagi (16 desa) yang terdiri terdiri dari Desa Mojowiryo, Japanan, Mojosarirejo, Mojokusumo, Pandankrajan, Mojodowo, Mojogebang, Mojorejo, Betro, Kemlagi, Watesprojo, Mojojajar, Mojodadi, Mojowatesrejo, Mojopilang dan Desa Mojokumpul.

Sementara itu, Tjatur Edi Novianto Camat Gedeg dalam acara peresmian tersebut menyampaikan beberapa prestasi Kecamatan Gedeg dalam penanganan Covid-19.

Edy menyebut prosentase rumah tangga terdampak Covid-19 ada sekitar 54 persen, atau 11 ribu lebih dari 20 ribu lebih. Kabar baiknya, saat ini Kecamatan Gedeg sudah berstatus zona hijau (risiko terkendali) sebaran Covid-19.

“Kita mulai bangkit dengan berbagai bantuan dari daerah sampai Desember nanti. Untuk pencegahan Covid-19, kami meraih nomor 3 untuk stimulasi menciptakan kecamatan hijau. Saya berterima kasih pada semua, atas komitmmen bersama yang sudah dijalankan. Kecamatan Gedeg juga mewakili Kabupaten Mojokerto untuk lomba Zona Integritas (ZI) WBK WBBM tahun 2020,” ungkap Tjatur menjelaskan.

Baca Juga :  Dampak Pandemi Covid-19, Pengusaha Getuk Pisang Beralih ke Bisnis Tanaman Rombusa

Tri Cahyo Harianto Camat Kemlagi juga menyampaikan harapannya agar Kemlagi segera bebas dan pulih dari kasus konfirmasi Covid-19. Pihaknya secara kontinyu terus melakukan sosialisasi-sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

“Dari 20 desa, baru 4 desa yang resmi dibentuk sebagai kampung tangguh. Nah, selebihnya 16 desa kita resmikan hari ini. November ini, kami berdoa semoga jadi akhir penambahan kasus covid wilayah kami. Kemlagi dari dua puskesmas yang ada, tercatat ada 83 kasus konfirm. Namun, dari 83 ini, 92 persen sudah sembuh. Secara masive, kami terus lakukan sosialisasi ke masyarakat untuk pencegahan covid,” ungkap Camat Kemlagi.

Himawan Estu Bagijo selaku Pjs Bupati Mojokerto menghimbau untuk masyarakat agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Mengingat, saat ini persiapan vaksinasi oleh pemerintah secara resmi masih menunggu proses lebih lanjut.

“Pandemi ini ada dan nyata. Nanti kalau vaksin benar-benar sudah siap, yang akan diberi maksimal usianya 58 tahun. Di atas itu, tidak bisa diberikan. Maka, dianjurkan untuk di rumah saja. Kita tidak bisa memastikan pandemi usai. Kita tidak bisa menghindar, tapi juga tidak boleh diam saja. Ayo lawan dengan patuh prokes,” tandas Pjs Bupati Mojokerto.

Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo tak lupa juga memberikan motivasi psikologis kepada masyarakat untuk tetap memandang hidup lebih positif meski dalam keadaan pandemi covid-19 seperti saat ini. Menurutnya untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pola pikir lebih terbuka serta rasa bersyukur dalam keadaan apapun.

Baca Juga :  Program Kampus Sehat, Solusi Hadirkan Perguruan Tinggi Yang Unggul

“Covid-19 jangan dilihat sebagai musibah saja. Tuhan memberi sesuatu pasti ada tujuan. Di penghujung 2019, dunia kedatangan wabah korona hingga badai La Nina. Ini semua termasuk disruption. Yakni sebuah era di mana segala sesuatu terjadi secara random, baik hal positif maupun negatif. Apapun yang terjadi, tetap tanamkan rasa syukur. Atur mindset yang positif, dan teruslah menjadi manfaat bagi orang lain,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Kapolresta Mojokerto AKB Dedy Supriyadi juga menyampaikan kembali dasar terbentuknya Kampung Tangguh Semeru.

Kampung Tangguh Semeru merupakan upaya penanggulangan pandemi covid-19 di desa-desa yang turut berperan untuk emmberi rasa aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.

“Sampai vaksin resmi diberikan, Bapak Ibu harus tau apa yang mesti dilakukan untuk mencegah sebaran Covid-19, hingga diimplementasikan pada kampung tangguh. Kesehatan dan ekonomi harus imbang. Desa-desa yang sudah dibentuk tadi, menunjukkan itu semua. Sebenarnya Kampung Tangguh Semeru dibentuk bukan untuk covid saja. Misal ada konflik di masyarakat, kita bisa duduk bersama. Jangan sampai ke ranah hukum apalagi pengadilan,” jelas Kapolresta Mojokerto.

 

 

Pewarta: Adinda A.I.U.
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait