SATUKANAL.COM
BERITA

Rencana Pemanfaatan Lintas Rel Terpadu, Wali Kota Malang Pilih Investor Lokal

Rencana pemanfaatan transportasi massal Lintas Rel Terpadu atau disingkat LRT terus dipertegas Pemerintah Kota Malang. Sederet rencana mulai disusun, salah satunya uji kelayakan yang rencananya dilakukan pada 2020 mendatang. Selain itu, pilihan pendanaan pun mengerucut pada investor lokal.

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, pilihan awal untuk merealisasikan transportasi massal itu adalah investor asing. Namun kemudian dipilih investor lokal. Karena selain meningkatkan kepercayaan publik terhadap kemampuan pengusaha dalam negeri, harga yang ditawarkan untuk proyek tersebut relatif jauh lebih murah.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk pembiayaan pemanfaatan LRT berkisar Rp 450 Miliar per kilometer jika menggunakan investor asing. Sedangkan ketika menggunakan investor dalam negeri harga per kilometer yang dibebankan adalah Rp 200 Miliar.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Jauh lebih murah ketika kita percayakan ke investor lokal. Dan sudah ada yang tertarik dengan itu. Karena ini angkutan publik, maka kami juga masih harus konsultasi dengan OJK,” jelasnya.

Politisi Demokrat itu menyampaikan, rencana skema pembiayaan LRT nantinya adalah 60 persen investor dan sisanya APBD. Sebagai transportasi publik, keberadaan LRT ditargetkan mampu segera direalisasikan sesuai dengan target yang ditetapkan. Sehingga, masyarakat bisa memanfaatkan angkutan umum dan tidak lagi tergantung pada kendaraan pribadi.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dia menjelaskan, keberadaan transportasi massal yang mumpuni akan memudahkan masyarakat. Selain itu akan lebih efisien dan mampu mengurangi kemacetan yang padat. Secara perlahan, dia berharap kebiasaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi bergeser seiring dengan perbaikan transportasi massal.

Pria berkacamata itu menyampaikan, LRT yang digunakan nantinya juga akan menjangkau kampus ke kampus. Selain itu juga terintegrasi dengan wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu. Rencana tersebut menurutnya sudah beberapa kali disampaikan untuk bisa dimanfaatkan di daerah Malang Raya.

“Angkutan massal akan lebih efisian dan memudahkan untuk bepergian,” pungkasnya.

Kanal Terkait