Remaja Kediri, Ciptakan Alat Pintu Pencegahan Covid-19 Otomatis - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Remaja Kediri, Ciptakan Alat Pintu Pencegahan Covid-19 Otomatis
ADVERTORIAL BERITA HIGHLIGHT

Remaja Kediri, Ciptakan Alat Pintu Pencegahan Covid-19 Otomatis

SATUKANAL.com, KEDIRI – Remaja asal Dusun Kalibago, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, berhasil menciptakan alat Pintu Pencegahan Virus Covid-19 Otomatis.

Alat Pintu Pencegahan Virus Covid-19 Otomatis, sekaligus menjadi juara pertama dalam lomba inovasi cipta karya tekhnologi tepat guna (TTG) tingkat Kabupaten, yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri.

Pencipta pintu pencegahan Covid-19 tersebut bernama Ahmad Prayoga. Remaja siswa kelas 13 SMKN 1 Kediri, mendapatkan juara pertama mendapatkan hadiah sebesar 10 juta rupiah. Dari keseluruhan 30 peserta lomba TTG.

Ahmad mengaku, ide awalnya lahir saat melihat alat thermogun sebagai pendeteksi suhu badan. Hal tersebut sangat penting dimana saat ini pencegahan virus Covid-19 sangat diperlukan.

“Karena pertimbangan thermogun ribet. Harus ada yang mengoperasikan, akhirnya muncul ide untuk membuat sebuah pintu yang dilengkapi dengan deteksi suhu tubuh,” terangnya kepada Satukanal.com, Rabu (02/11/2020).

Baca Juga :  Peninggalan Masa Tertua Kediri, Situs Tondowongso Jadi Prioritas BPCB Jatim

Ahmad juga menjelaskan pintu pencegah Covid-19 buatannya, tidak jauh berbeda dari pintu biasa. Bahan pintu terbuat dari kerangka besi dengan dua daun pintu berbahan kayu dan triplek.

Perbedaannya adalah pintu tersebut menggunakan sistem door lock atau mengunci secara otomatis. Pintu dilengkapi dengan pengukur suhu tubuh dan menggunakan sistem mikrokontroler arduino.

Selain itu, pintu dilengkapi sebuah LCD display berukuran 16X2 untuk memperlihatkan tampilan layar sistem. Layar juga menampilkan suhu bagi seseorang yang akan memasukinya.

Juga dilengkapi dua buah lampu indikator, untuk mengetahui seseorang masuk. Sebagai penanda bahwa pintu sudah tidak terkunci, dan dapat dibuka bagi seseorang yang suhu tubuhnya normal.

Ahmad mengaku, hanya butuh waktu satu bulan dalam menciptakan pintu cegah Covid-19. ada 4 orang temannya serta guru pembimbing yang telah berperan membantu sekaligus memberi saran dan masukan, sehingga tercipta alat yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Sebagai Wujud Apresiasi, Pemkot Malang Siapkan Reward Bagi Para Vaksinator Covid-19

Siswa jurusan tehnik otomasi industri itu menerapkan ilmu yang didapat ketika di SMK dalam pembelajaran mikrokontroler oleh guru pengajarnya.

“Risetnya sekitar dua minggu. Kemudian kita coba ternyata bisa. Ya, meskipun ada sedikit kendala, karena perangkat elektronik. Ada satu dua kali eror, kemudian saya cek kembali. Kendala lain untuk sensornya memang kita beli secara online, harganya cukup mahal dan lama,” terangnya.

Disebutkan penerapan dari alat pintu otomatis ini nantinya dapat digunakan dalam instansi pemerintah, puskesmas dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada.

“Sekali lagi ini bukan pintu untuk mendeteksi seseorang terpapar Covid-19. Melainkan untuk deteksi dini dari suhu tubuh seseorang. Maka, namanya Pintu Pencegahan Virus Covid-19 Otomatis.,” tutupnya.

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait