SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

Refleksi 1 Tahun, Sutiaji Tampung Usulan dan Kritik

Wali Kota Malang, Sutiaji menampung usulan-usulan dan kritik dari berbagai elemen masyarakat mulai dari DPRD, akademisi, wartawan, komunitas, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan lain-lain terkait pemerintahan kota Malang.

Semuanya berdiskusi dalam “Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB), Senin (30/9/2019).

Sutiaji menyatakan terima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya dan FISIP UB yang telah berkolaborasi untuk mengingatkan janji yang sudah disampaikan untuk dipenuhi.

“Di awal kami mengusung 7 misi, tetapi kami wujudkan menjadi 4 misi yang telah diputuskan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” ucapnya.

RPJMD itu memuat empat misi utama Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Pertama, menjamin akses dan kualitas pendidikan, kesehatan serta layanan dasar bagi semua warga. Kedua, mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan.

Ketiga, mewujudkan kota yang rukun dan toleran berasaskan keberagamaan dan keberpihakan terhadap masyarakat rentan dan gender. Keempat, memastikan kepuasan masyarakat atas layanan pemerintah yang tertib hukum, profesional dan akuntabel.

Sutiaji juga sempat menyinggung soal salah satu permasalahan kota Malang setiap datang musim hujan, yakni banjir dan jalan berlubang.

“Kemarin kita diramaikan oleh banjir dan jalan berlubang. Ternyata penambalan jalan berlubang itu setelah dilihat ternyata kualitasnya sangat jauh dari standar yang ada. Semuanya turut mengawasi untuk menuju kota Malang yang lebih baik lagi ke depan nya,” bebernya.

Pengamat Politik dan Dosen FISIP UB, Wawan Sobari mengungkapkan, masyarakat Malang memang begitu sensitif terhadap jalan berlubang.

“Karena mereka merasakan sendiri dampak rusaknya infrastruktur tersebut,” ucapnya.

Wawan pun memberikan masukan untuk Sutiaji. Salah satunya yakni mendorong pemerintah yang memiliki pengetahuan dan empati terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia juga menjelaskan, dewasa ini powerful digital system adalah faktor yang sangat mempengaruhi politik. Untuk itu, Pemkot harus mulai dipertimbangkan hal itu.

Selain jalan berlubang, ada juga masalah banjir. Pemerhati Lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, I Wayan Mundra mengungkapkan, sistem drainase Malang harus lebih dipelihara.

Banjir di kota Malang disebabkan tidak lancarnya air hujan yang jatuh masuk ke sistem drainase yang telah dibuat.

“Mungkin perlu di cermati bahwa pemeliharaan sistem drainase perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Selain itu juga, dikatakannya ruang terbuka hijau perlu ditingkatkan.

Sementara itu, Pegiat Antikorupsi, Luthfi J. Kurniawan menyatakan bahwa komitmen Sutiaji untuk memimpin kota Malang hanya 1 periode bisa menjadi role model untuk kepemimpinan di kota lain. Catatannya, Sutiaji dengan Bung Edi harus konsisten dengan janjinya.

“Banyak yang tiba-tiba amnesia dengan janji setelah resmi menjabat,” ungkap nya.

Ia juga mengingatkan, Pemerintahan kota Malang tidak boleh terjebak dalam pencitraan karena pencitraan itu akan terukur atau muncul sendiri setelah ada kinerja yang riil.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, M. Ariful Huda mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian PWI Malang Raya untuk memberikan masukan dan kritik yang konstruktif bagi pemerintah kota Malang di bawah kepemimpinan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko.

“Semoga akan membawa manfaat dan kebaikan bagi kota Malang ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UB, Unti Ludigdo menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kuatnya partisipasi masyarakat kota Malang dan responsifnya kepemimpinan kota Malang untuk secara terbuka menerima kritik dan masukan sebagai amunisi untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan ke depan nya.

“Tentu saja dalam proses ini, masukan konstruktif akan memberikan suatu kekuatan kepada para pimpinan dalam merealisasikan apa yang dijanjikan. Merealisasikan janji itu tidak mudah, tapi dengan dukungan semua pihak maka akan membantu. Dengan dukungan PWI Malang Raya menjadi suatu hal yang strategis harus dilakukan, termasuk dengan akademisi sebagai bagian Pentahelic,” jelasnya.

Atas nama FISIP UB, Unti mendukung walikota untuk merealisasikan janjinya.

Peran wartawan, lanjutnya, dalam mewujudkan pemerintah yang baik sangatlah bagus untuk menciptakan tata kelola pemerintah yang baik.

“Seringkali kita memiliki pemimpin yang memiliki visi yang sangat kuat tetapi karena dukungan yang kurang kuat, sehingga yang menjadi visi pimpinan tidak bisa terwujud. Di sinilah peran wartawan bisa mensupport dengan cara menulisnya dengan konstruksi yang sangat baik,” tandas nya.

Kanal Terkait