Rasakan Sensasi Nongkrong Ala Camping Anak Gunung Di Tengah Kota Malang | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Suasana di dalam cafe (Aris)
BERITA

Rasakan Sensasi Nongkrong Ala Camping Anak Gunung Di Tengah Kota Malang

Satuchannel.com, Kota Malang – Bagi kalian yang ingin merasakan sensasi kamping pegunungan tak perlu jauh – jauh harus naik ke Gunung. Kini sebuah tempat nongkrong di kawasan sekitar Jalan Jakarta ini memiliki konsep yang unik mengusung camping ala pegunungan di tengah Kota Malang. Travel Mie Puncaknya Malang 0649 mdpl ini menggabungkan konsep ala “anak gunung” dengan tongkrongan representatif di Kota Malang.

Setelah Jakarta, Tangerang, dan Surabaya, café miliki Bara Al Aziz kini membuka cabang di Kota Malang pada 13 Februari 2017 tepatnya berada pada Jalan Perum Taman Ijen Blok B – 39.

Travel Mie di kawasan jalan jakarta (Aris)

Saat ditanya terkait  alasan pemilihan Kota Malang, Supervisor Travel Mie Puncaknya Malang, Muflih menyatakan alasan pertama tentu Malang identik dengan gunung dan kedua mahasiswa merupakan pangsa utama yang besar di Kota Malang.

Baca Juga :  Tim Satgas Reklame Terapkan Cara Style humble Dan Egaliter, Atasi Pemilik Reklame Guna Sadar Pajak

“Perlu waktu dua bulan untuk merampungkan café dan pernak – perniknya.” Tambahnya saat ditemui satuchannel.com, Sabtu malam (6/5).

Pengunjung nikmati menu di dalam tenda seperti kamping (Aris)

Menurutnya, nama Travel Mie Puncaknya Malang 0649 mdpl diambil dari makanan yang identik dengan anak gunung adalah mie, sedangkan puncaknya Malang merupakan kota dimana cafe tersebut berdiri, 0649 mdpl merupakan ketinggian café tersebut. Mdpl merupakan satuan ketingggian yang biasanya identik dengan ketinggian gunung, yang memiliki kepanjangan Meter Diatas Permukaan Laut.

Efek Kabut (Aris)

“Konsepnya mengusung urban camping jadi kondisinya dibuat semirip mungkin dengan camping di gunung, baik tendanya, cara pemesanan menunya dengan menggunakan simaksi, menu makanan dan minumannya, hammock, api unggun buatan, hingga kabut buatan dari efek mesin setiap setengah jam sekali.” Tambahnya.

Baca Juga :  Warga Protes Air Bau Minyak Tanah, Pihak PDAM Malang Sarankan Tak Gunakan Air

Ada satu lagi keunikan tempat ini, semua waiters atau pelayan di café ini juga menggunakan pakaian layaknya petugas di tempat konservasi gunung dengan topi lengkap dengan sepatu boot-nya.

Pelayan Cafe Gunakan Kostum Unik (Aris)

Nah bagi kalian yang mau ke sana catat jam operasionalnya, cafe ini buka dari jam 11.00 hingga pemesanan terakhir jam 23.30. Jadi mau rasakan sensasi “anak gunung” yang dekat? Silakan datang saja. (Aris)

 

 

Kanal Terkait