Rapid Antigen Pakai Alat Bekas Mulai Beroperasi 2020, Korban Capai 9 Ribu Orang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Rapid Antigen Pakai Alat Bekas Mulai Beroperasi 2020, Korban Capai 9 Ribu Orang
istimewa
BERITA Kanal Highlight

Rapid Antigen Pakai Alat Bekas Mulai Beroperasi 2020, Korban Capai 9 Ribu Orang

Satukanal.com, Nasional – Modus layanan pemeriksaan cepat (Rapid Tes) Antigen di Lantai Mezzanine, Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang dengan memakai alat daur ulang terbongkar setelah digerebek petugas Polda Sumatra Utara (Sumut), Selasa (27/4/2021).

Pada kasus tersebut, Polisi mengungkap eks Business Manager Kimia Farma, PM, dan empat bawahannya. Dalam keterangannya kepada pihak Kepolisian, dirinya memulai tes antigen pakai alat bekas di Bandara Kualanamu sejak Desember 2020.

Sementara itu, eks Business Manager Kimia Farma menjelaskan bahwa, terdapat ratusan orang yang jadi korban tiap harinya.

“Hasil pemeriksaan dari saksi-saksi bahwa kegiatan penggunaan cotton buds swab antigen bekas tersebut mulai dilakukan oleh karyawan dari Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini No 1 Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, dilakukan sejak tanggal 17 Desember 2020 dan diperuntukkan untuk Swab di Bandara Kualanamu Internasional Airport,” jelas Irjen Panca Putra selaku Kapolda Sumut.

Baca Juga :  Arab Saudi Beri Syarat Khusus Bagi Jemaah Indonesia yang Ingin Umroh

Setidaknya ada 250 orang dalam satu hari yang menjalani tes antigen di laboratorium yang dikelola Kimia Farma di Kualanamu. Setengahnya diduga menjadi korban tes antigen bekas tiap harinya.

Polisi juga telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka ialah eks Business Manager  Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan, PM (45), mantan Kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20), mantan Pekerja bagian Admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30), dan mantan Pekerja bagian Admin hasil Swab, R (21).

Kelimanya dijerat Pasal 98 ayat (3) jo pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) jo pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, Panca menduga aksi tersebut dilakukan untuk mencari untung. Mereka diduga mendapat Rp 30 juta tiap hari dari aksi menggunakan alat tes antigen bekas itu. Pihak Kimia Farma juga telah buka suara. Kelima tersangka itu telah dipecat dari perusahaan.

Baca Juga :  Siaran TV Analog Bakal Dihentikan, Ini Syarat Dapat Set Top Box TV Digital Gratis!

Atas kejadian tersebut memantik kemurkaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dirinya mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum petugas Kimia Farma telah menciderai tugas mulia dari profesi pelayan publik di bidang kesehatan.

Erick sampai tak habis pikir mengapa tindakan yang tidak etis dan membahayakan kesehatan itu bisa terjadi. Apalagi, pelakunya merupakan karyawan dari perusahaan pelat merah yang notabene harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada rakyat.

“Atas dasar itu, petugas Kimia Farma yang menggunakan alat rapid test Antigen bekas harus diganjar hukuman yang tegas” ungkapnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait