Raperda RTRW Kota Batu, Kecamatan Bumiaji Tak Boleh Diutak-Atik - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Raperda RTRW Kota Batu, Kecamatan Bumiaji Tak Boleh Diutak-Atik

Dalam Rancangan Peraturan Daerah Kota Batu tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2019-2038, Pemkot Batu tidak akan mengutak-utik daerah di Kecamatan Bumiaji. Sebab di Kecamatan Bumiaji akan dijaga pertanian dan hutannya.

“Kami tidak akan mengubah itu. Kecuali untuk daerah tidak ada sepadan kali, daerah yang tidak ada sumber air, dan tanah yang sudah tidak produktif bisa dikaji lagi untuk dilakukan pembangungan,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Ia menambahkan Kota Batu saat ini luas wilayah hutannya mencapai 11.739,44 hektar. Lalu kawasan permukiman, wisata dan perdagangan jasa seluas 8.169,26 hektar.

Baca Juga :  Sisa 300 Pasien Isoman, Kota Malang Gerak Cepat Pindahkan ke Isoter

Kemudian untuk kawasan hutan lindung mencapai 57,25 persen dan sisanya 32,75 persen untuk kawasan permukiman dan pertanian.

Karena itu Raperda RTRW tersebut sebagai upaya pengendalian terhadap investasi yang berkualitas untuk menyejahterakan masyarakat. Juga menjaga sektor unggulan seperti pertanian untuk dipertahankan.

“Serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Tapi untuk Raperda RTRW ini secara teknis masih akan dikaji lebih dalam dan kewenangan dari tim pansus dan akademisi profesional,” imbuhnya.

Hal ini dilakukan seiring bertambahnya penduduk, sehingga akan terus ada pembangunan atau pembukaan lahan di Kota Batu. Mulai dari pembangunan rumah atau hotel. Karena itu Pemkot Batu membatasi hadirnya hotel di Kota Batu.

Baca Juga :  Aturan Ganjil-Genap Bakal Diterapkan di Malang

Sehingga untuk pembangunan hotel kedepannya dibatasi hanya untuk hotel bintang 5. Pasalnya Pemkot ingin menyasar pasar atau wisatawan yang kelas atas.

“Melihat untuk home stay, guest house, villa, dan hotel kelas melati hingga bintang 4 telah banyak di Kota Batu. Dan hotel bintang 5 masih jarang sekali dan bisa dihitung dengan jari,” jelas istri Eddy Rumpoko ini.

Menurutnya untuk ketinggian bangunan, dibatasi maksimal hanya 8 meter untuk hotel. Sehingga pembangunan secara horisontal harus diminimalisir agar lahan di Kota Batu tidak semakin terbatas.

Kanal Terkait