Ramai Surat Rekomendasi Vaksin Anak Usia 12+ di Media Sosial, Aslikah? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ramai Surat Rekomendasi Vaksin Anak Usia 12+ di Media Sosial, Aslikah?
ilustrasi vaksin Covid-19 (Foto: Pixabay/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Viral

Ramai Surat Rekomendasi Vaksin Anak Usia 12+ di Media Sosial, Aslikah?

Satukanal.comNasional – Baru-baru ini sebuah cuitan mengenai vaksin anak usia 12+ dari juru wabah @drpriono1 ramai di media sosial. Pasalnya, dalam cuitan tersebut disebutkan bahwa vaksin jenis Sinovac sudah diijinkan oleh BPOM_RI untuk anak usia 12 tahun ke atas.

“Sinovac sudah diijinkan oleh BPOM_RI dipakai pada penduduk usia 12+,” tulis @drpriono1.

Cuitan yang ditulis pada pada Minggu (27/06/2021) pukul 12.07 WIB itu juga menyertakan sebuah surat dari Badan Pengawas Dan Makanan (BPOM) terkait penggunaan vaksin Sinovac untuk anak.

Surat tersebut juga nampak telah ditandatangani oleh Dra.Togi Junice Hutadjulu, Apt. MHA selaku Deputi Biang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif.

Diketahui, hingga Senin (28/06/2021) tweet tersebut telah di retweet sebanyak 1.200 orang, disukai oleh 1.500 orang dan dikomentari oleh 33 orang. Terkait cuitan itu, sejumlah warganet media sosial pun memberikan komentar mereka.

Salah satunya akun @dinahsnh yang seakan masih meragukan keaslian surat tersebut. Ia menulis, “harusnya kalau surat seperti ini memang gak boleh dipisah paragraf terakhir dengan tanda tanannya. Oiya plus stempel basah atau ttd elektronik sih,” tulisnya. Meski begitu, ia berharap bahwa surat tersebut benar adanya. “Semoga surat ini beneran asli,” sebut @dinahsnh.

Baca Juga :  Vaksinasi di Jombang Berhenti, Satgas Klaim Target Sudah 100 Persen


Hal serupa pun tampak disampaikan oleh @Frymaruwah dan @hatiyanggembira. “Itu beneran ttd elektronik ya? Kok kaya image file, beneran nanya,” tulis @Frymaruwah. Ada pula dari @hatiyanggembira, “Idem bgt. Dikira tuh dua halaman ada apa lagi. Tauuuuunya…..,” tulisnya.


Sedangkan sejumlah warganet juga berkomentar bahwa perihal vaksin Sinovac untuk anak disebutkan belum cukup jumlah uji klinisnya serta label dan nama produk pun juga masih dalam tahap didikusikan.

“itu isi suratnya masih ragu-ragu krn umur .12 thn belum cukup jumlah ujinya. Ngambang….,” tulis @teeskawee.


“Ini leih ke label produk sm nama produk yg mash didiskusikan lebih lanjut sih. Cmiiw,” tulis @starduxt.

Tak sedikit pula warganet yang berharap bahwa kabar tersebut benar adanya. Seperti yang dituliskan @echoPiR yakni “mudah-mudahan bisa cepet terlaksana vaksn di bawah 18. Ada beerapa keponakan masih usia remaja,” tulisnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan oleh Satukanal.com, belum ada konfirmasi dari BPOM terkait penggunaan vaksin Sinovac untuk anak.

Isi Surat di Cuitan Yang Diunggah Pandu Riono

Rekomendasi penggunaan vaksin Sinovac untuk anak usia 12-17 tahun tertuang dalam surat BPOM yang dialamatkan kepada PT Bio Farma. Surat rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan hasil rapat dengan Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 yang diselenggarakan pada 26 Juni 2021.

Baca Juga :  Butuh Konsultasi Saat Isoman? 11 Link Telemedicine Ini Bisa jadi Solusinya

Dalam surat yang dikeluarkan pada 27 Juni 2021 itu, BPOM menuliskan sejumlah pertimbangan hingga akhirnya vaksin itu dapat digunakan untuk anak usia 12-17 tahun, diantaranya adalah:

  • Profil imenogenisitas dan keamanan pada dosis medium (600 SU/05 mL) lebih baik dibanding dosis rendah (300 SU/05mL)
  • Dari data keamanan uji klinis Fase I dan Fase II, profil AS sistemik berupa fever pada populasi 12-17 tahun tidak dilaporkan dibandingkan dengan usia 3-5 tahun dan 6-11 tahun
  • Jumlah subjek pada populasi < 12 tahun belum cukup untuk memastikan profil keamanan vaksin pada kelompok usia tersebut
  • Imunogenisitas dan keamanan pada populasi remaja 12-17 tahun diperkuat dengan data hasil uji klinik pada populasi dewasa karena maturasi imun pada remaja seusai dengan dewasa
  • Data epidemiologi Covid-19 di Indonesia menunjukkan mortalitas tinggi pada usia 10-18 tahun sebesar 30 persen

Disebutkan pula di dalam surat itu, BPOM menyarankan untuk melakukan uji klinik yang melibatkan jumlah subjek lebih banyak dan dilanjutkan secara bertahap menurut kelompok umur dimulai dari 6-11 tahun dan dilanjutkan dengan 3-5 tahun.

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait