SATUKANAL.COM
BERITA LIPUTAN KHUSUS

Ramai Peminat Lisensi D Kepelatihan di Surabaya, Hanafing: Siapa pun Bisa Jadi Pelatih Hebat

Sejak bangkitnya industri sepak bola di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, minat masyarakat untuk menjadi pelatih juga semakin bertambah. Contohnya di Kota Surabaya. Setiap Askot PSSI Surabaya menggelar kursus kepelatihan lisensi D, peminatnya selalu memenuhi kuota.

Tahun 2019 ini misalnya, Askot PSSI Surabaya sudah menggelar tiga kali kursus lisensi D. Dalam setiap angkatannya, ada 30 peserta. Terakhir tahun ini digelar pada  Desember mulai tanggal 2 sampai 7.

Para peserta bukan hanya dari Surabaya. Ada juga yang berasal dari luar Jawa seperti dari Sulawesi hingga Papua. Juga berbagai kalangan profesi, mulai sipil hingga TNI.

Wakil Ketua Bidang SDM Askot PSSI Surabaya Ramzy Okbah menyampaikan, pada tahun 2018 pihaknya dua kali menggelar kursus kepelatihan lisensi D. “Tahun ini kami tingkatkan tiga kali dan tahun 2020 mendatang minimal ada tiga kali juga,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan sertifikasi kepelatihan ini adalah komitmen dari pihaknya untuk peningkatan SDM (sumber daya manusia) pelatih. “Tidak ada lagi cara, kecuali ditingkatkan dengan memegang lisensi. Agar semakin banyak orang yang melatih anak-anak dengan lisensi,” beber Ramzy.

Saat ini PSSI sudah memiliki filosofi tersendiri untuk sepak bola Indonesia. “Gaung Filosofi Filanesia ini sejak 2017. Pada 2018 belum banyak yang tahu. Tahun 2019 dan 2020 ini saatnya eksekusi. Hasilnya mungkin lima tahun ke depan,” imbuh Ramzy.

Kursus kepelatihan lisensi D kali ini sendiri dipusatkan di lapangan Batalyon Arhanudse, Sidoarjo. Instruktur utama adalah mantan penyerang Timnas Indonesia Hanafing yang ditemani oleh asisten Mat Halil.

Hanafing menyampaikan, untuk menjadi pelatih bola tidak harus dari latar belakang pemain bola. Siapa pun bisa, termasuk dari kalangan akademisi maupun umum bisa jadi pelatih hebat.

Demikian juga, pemain bola hebat belum tentu juga hebat ketika melatih. Hanafing mencontohkan pada sosok legenda hidup Timnas Argentina Maradona. “Di mana pun dia melatih selalu dipecat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, sosok biasa atau bukan dari kalangan pesepak bola ada juga yang sukses ketika jadi pelatih. Pria asal Makassar ini mencontohkan ada nama Jose Maurinho.

“Dia awalnya adalah penerjemah yang menguasai lima bahasa. Kemudian dia sekolah kepelatihan, bisa melatih dan sukses. Hingga dia memiliki julukan The Spesial One,” lanjut mantan pelatih PSM Makassar ini.

Kanal Terkait