Puluhan Sextoys dan BMN Ekspor-Impor, Dimusnahkan KPPBC TMC Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Puluhan Sextoys dan BMN Ekspor-Impor, Dimusnahkan KPPBC TMC Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Puluhan Sextoys dan BMN Ekspor-Impor, Dimusnahkan KPPBC TMC Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI– Puluhan Barang yang menjadi Milik Negara (BMN), dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kediri, di Halaman Kantor Pos Kediri, Jumat (26/2/2021).

Sebanyak 48 Unit Sextoys yang ditindak, merupakan hasil pengiriman dari luar negeri (dilarang untuk diimpor) dan barang pembatasan (dibatasi impornya/perlu izin instansi berwenang). Selain itu juga didapati Spare Part bekas, obat-obatan, kosmetik, dan barang lain. Dengan perkiraan nominal sejumlah 31.534.000.

“Dengan difasilitasi oleh Kantor Pos, kita melakukan pemusnahan hasil dari barang tegahan ekspor impor operasi lokal,” kata Kepala KPPBC TMC Kediri, Suryana, saat konferensi pers Satukanal.com, Jumat (26/2/2021).

Baca Juga :  Temuan Kepala kala, Belum Tercatat Disbudpar Kabupaten Kediri

Dia juga mengungkapkan pemusnahan BMN dalam rangka melindungi masyarakat dari barang yang dilarang. Atau diatur secara khusus oleh ketentuan dari KPPBC TMC Kediri, PT. Pos Indonesia, BPOM Kediri dan Karantina Pertanian Kediri.

Sinergitas dari KPPBC TMC Kediri, nantinya diharapkan ada perpaduan pengiriman barang yang mudah di masyarakat. Mulai saat pengiriman, biaya, dan pengawasan barang pengiriman.

“Agar terpadu. Jadi masyarakat tahu persis pengiriman barang seperti apa, biaya, dan ketentuan dari kami (KPPBC TMC Kediri) dan karantina bagaimana,” terangnya.

BMN hasil penindakan KPPBC TMC Kediri atas pelanggaran ketentuan di bidang Cukai tahun 2020, terdiri dari hasil tembakau berupa Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai sebanyak 168.716 batang dan tembakau iris dalam kemasan eceran sebanyak 29.250 gram.

Baca Juga :  Main Di Piala Menpora, Pemain Persik Rawan Cedera

Ditambahkan tembakau iris dalam kemasan karung sebanyak 324 kilogram, etiket yang digunakan untuk mengemas BKC ilegal sejumlah 4 box, Mobil Box ilegal sebanyak 1 unit, minuman alkohol tanpa cukai sebanyak 45 botol.

Dengan total potensi kerugian negara sebesar Rp 243.374.080. “Pemusnahan BMN ini, dilakukan serentak di Kanwil DJBC Jatim 2. Meliputi Kota/Kab Malang, Kantor Malang, Blitar, Kediri, Madiun, Jember, Probolinggo, sampai Banyuwangi,” tutupnya.

 

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait