SATUKANAL.COM
Puluhan Orang terjaring razia
BERITA COVID-19 STRAIGHT NEWS

Puluhan Orang di Kabupaten Kediri Terjaring Razia Yustisi Didenda 100 Ribu

SATUKANAL, KEDIRI – Puluhan orang terjaring razia Yustisi yang dilakukan aparat gabungan Polres Kediri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Kediri. Sabtu (19/9/2020) dini hari.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, operasi yustisi yang dilakukan dalam rangka penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan dengan mobile sistem patroli.

“Kami memeriksa tempat keramaian seperti kafe terutama di seputaran simpang lima gumul (SLG). Selain itu jika ada masyarakat yang tidak memakai masker maka akan dilakukan penindakan dari Satpol PP dengan dilakukan penilangan.” Jelas Laki-laki yang akrab disapa Lukman tersebut.

Baca Juga :  Disbudpar Kabupaten Kediri Upayakan Peningkatan Kualitas Pengelola Wiasata Dimasa Pandemi

Ia juga menjelaskan, puluhan orang yang terjaring razia dan terbukti melanggar akan dikenai denda uang sebesar 100 ribu rupiah.

“Untuk sanksinya berupa denda sesuai peraturan Bupati nomor 44 tahun 2020 yaitu denda 100 ribu,” katanya.

Denda tersebut kata Lukman akan dibayarkan setelah melalui persidangan oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

“Untuk sistem pembayaran sesuai dengan peraturan daerah (perda) dilakukan di sidang pengadilan negeri sesuai dan dendanya sesuai keputusan hakim kebesaran dan untuk peraturan bupati (perbup) nomor 44 tahun 2020 dilakukan tidak melalui sidang namun hanya transfer ke Kas Umum Daerah di Bank Jatim.” Tuturnya.

Baca Juga :  Berdayakan Wisata Desa Untuk Peningkatan Ekonomi Warga

Selain razia Yustisi pelanggar protokol kesehatan, petugas gabungan juga memeriksa identitas kartu tanda penduduk (KTP) yang keluar rumah termasuk barang bawaannya apabila ditemukan barang yang dilarang seperti senjata tajam dan membawa obat-obatan seperti narkoba maka akan langsung ditindak langsung dan diserahkan ke anggota Unit Reskrim.

“Kami berharap dengan adanya operasi yustisi berupa denda maka akan lebih memberi efek jera kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dan akan takut untuk tidak melanggar lagi,” pungkasnya.

 

Pewarta : M Ubaidhillah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait