Puluhan Hektar Hutan di Kawasan Wilis Kediri Gundul | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pegiat Lingkungan Temukan Puluhan Hektar Penggundulan Hutan
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Puluhan Hektar Hutan di Kawasan Wilis Kediri Gundul

SATUKANAL.com, KEDIRI – Puluhan hektar hutan di kawasan Pegunungan Wilis Kabupaten Kediri gundul. Penggundulan hutan di kawasan tersebut diduga dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut dipastikan oleh pegiat lingkungan yang melakukan penelusuran ke lokasi terdampak, Senin(19/10/2020).

Beberapa penggiat lingkungan yang mengikuti penelusuran diantaranya Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) Mahasiswa, Jurnalis, dan Suar Indonesia. Penelusuran lokasi dilakukan pada titik di wilayah Goliman, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

“Kami telah melihat deforestasi ini makin meluas di Gunung Wilis, tepatnya di atas Air Terjun Ngleyangan, Kabupaten Kediri,” kata Kamid, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), juga sekaligus anggota Perkawis Kabupaten Kediri.

Sebelumnya pada tahun 2019, Kamid mengatakan juga telah terjadi penebengan liar oleh oknum warga. Selanjutnya lahan tersebut di alih fungsikan sebagai lahan pertanian pribadi.

Baca Juga :  Tiga Poin, Fokus Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Kediri

Akibatnya pada awal tahun 2020, puluhan hektare lahan tanaman padi milik warga wilayah bawah Gunung Wilis gagal panen dan dilanda banjir. Hingga pada saat ini, dapat dilihat dilokasi penambahan perluasan hutan lindung yang gundul dan pepohonan ditebang dan dibakar.

“Di wilayah Parang ada 35 hektare lahan hutan yang dialihfungsikan sebagai area tanam Bawang Merah, serta, di wilayah Kalipang ada 25 hektare ditanami tanaman jagung,” terang Kamid.

Baca Juga :  Waspada, Intensitas 1 Jam Berpotensi Bencana : BPBD Kabupaten Kediri

Sementara itu Direktur Suar Indonesia, Sanusi mengajak masyarakat wilayah sekitar untuk bersama-sama mempertahankan kelestarian hutan. Jika dilihat pada titik baru penggundulan hutan, di atas Air Terjun Ngleyangan saja, luasan yang terdampak bisa mencapai 25 hektare.

Ia mengungkapkan kegiatan ini sebagai upaya mitigasi dimasa mendatang. “Setelah ini, kami segera berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk anggota dewan, perhutani, serta warga setempat. Agar fungsi hutan lindung ini tidak disalahgunakan,” tutup Sanusi.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait