Pulau Rinca Komodo Ditutup Untuk Kunjungan Wisatawan Hingga 21 Juni 2021 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pulau Rinca Komodo Ditutup Untuk Kunjungan Wisatawan Hingga 21 Juni 2020
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pulau Rinca Komodo Ditutup Untuk Kunjungan Wisatawan Hingga 21 Juni 2021

SATUKANAL.com, NASIONAL Balai Taman Nasional Komodo menutup sementara Loh Buaya di Pulau Rinca dari kunjungan wisatawan sebagai bentuk upaya penataan sarana prasarana wisata alam di pulau yang juga terdapat banyak hewan itu. Pemberitahuan penutupan kawasan wisata tersebut tertuang dalam surat pengumuman Nomor PG.816/T.17/TU/EVLP/10/2020.

Lukita Awang Nistyantara selaku Kepala Balai Taman Nasional Komodo mengatakan bahwa penutupan ini dimulai dari Senin, 26 oktober 2020. Penutupan itu dilakukan untuk proses percepatan penataan dan pembangunan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Menutup sementara resort Loh Buaya seksi pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah I Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Penutupan ini terhitung mulai hari ini sampai dengan 30 Juni 2021 dan akan dievaluasi dua minggu sekali,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (26/10/2020)

Dalam surat pengumuman itu, Lukita menjelaskan bahwa pembangunan sarana prasarana di wisata alam itu terdiri dari beberapa segmen, diantaranya seperti dermaga, pusat informasi wisata, jalan, jerambah dan penginapan ranger serta naturalist guide.

Baca Juga :  Kementrian PUPR Percepat Program PKT Guna Pemerataan Pembanguna di Kabupaten Jombang

Lukita memastikan bahwa pembangunan akan tetap mengutamakan keselamatan satwa komodo di daerah itu. Karena itu, briefing kepada para petugas, pekerja maupun pengawas pembangunan secara konsisten tetap dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berdampak negatif terhadap keselamatan satwa khususnya satwa komodo yang ada di Loh Buaya itu.

Pihaknya juga merinci bahwa terdapat kurang lebih 15 komodo yang sering terlihat di sekitar lokasi dari total 60 ekor yang hidup di lembah Loh Buaya di Pulau Rinca. Lukita menambahkan bahwa penutupan sementara itu juga akan dievaluasi secara berkala dengan memperhatikan perkembangan pembangunan satpras wisata alam di resort Loh Buaya SPTN wilayah I pulau Rinca.

Sejak akhir pekan lalu, foto viral yang menggambarkan truk membawa besi pancang masuk ke area Pulau Rinca dan berhadap-hadapan dengan komodo tersebut memperoleh atensi publik dan menjadi ramai serta dibagikan kembali oleh sekitar 3.600 pengguna twitter. Foto ini merupakan unggahan dari @kawanbaikkomodo yang bertujuan untuk mengkritik masknya kendaraan berat di habitat komodo itu. Pihak lain yang juga tidak mendukung proyek ini yaitu Kelompok sipil Manggarai Barat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat pariwisata (Formapp).

Baca Juga :  Kementrian PUPR Percepat Program PKT Guna Pemerataan Pembanguna di Kabupaten Jombang

Protes terhadap pembangunan Pulau Rinca di labuan bajo telah disampaikan Formapp sejak januari lalu. Pada awal tahun forum masyarakat menggelar demo terkait rencana pembangunan Pulau Rinca di Gedung DPRD NTT. Selain itu, Formapp telah mengirimkan surat ke komisi komisi IV, V dan X DPR terkait aduan mereka. Terakhir, kelompok itu melayangkan surat ke UNESCO dan UNEP pada 9 September 2020.

Pembangunan kawasan Pulau Rinca meliputi lima pekerjaan. Pertama, pembangunan Dermaga Loh Buaya untuk meningkatkan kapasitas dermaga eksisting. Kedua, pembangunan pengaman pantai yang berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses masuk dan keluar wisatawan ke kawasan tersebut. ketiga, pembangunan elevated deck pada ruas eksisting yang berfungsi sebagai jalan akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan ranger, guide dan peneliti.

Kanal Terkait