PT KAI Perbarui Regulasi Syarat Naik Kereta Api, Simak! - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
PT KAI Perbarui Regulasi Syarat Naik Kereta Api, Simak!
BERITA Kanal Highlight

PT KAI Perbarui Regulasi Syarat Naik Kereta Api, Simak!

Satukanal.com, Nasional – Pada larangan mudik tahun ini, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero kembali menerbitkan aturan baru. PT KAI memperbaharui regulasi persyaratan naik kereta api pada masa pra dan pasca larangan mudik Idul Fitri 2021, pada Sabtu, 24 April 2021.

Adanya pembaharuan regulasi ini merujuk kepada adendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19. Pada Surat Edaran tersebut berisi tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 2021.

SE tersebut juga turut mengatur mengenai waktu periode H-14 menjelang (Pra) Idul Fitri 2021, masa peniadaan mudik dilakukan mulai dari 22 April hingga 5 Mei 2021. Selanjutnya, periode H+7 (Pasca) Idul Fitri 2021, masa peniadaan mudik dilakukan mulai tanggal 18 hingga 24 Mei 2021.

Adanya aturan terbaru pada SE Tersebut, PT KAI pun memperbarui masa berlaku seluruh hasil skrining Covid-19, baik RT PCR, Rapid Antigen, dan GeNose C19. Pengambilan sampel untuk tes Covid-19 nantinya harus dilakukan 1X24 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api, bagi penumpang kereta api antar kota.

Baca Juga :  Kepahlawanan Novilia, Peneliti Vaksin yang Gugur dalam Perang Melawan Covid-19

“Penumpang kereta api antar kota, terdapat perubahan masa berlaku hasil skrining Covid-19, menjadi maksimal sampelnya diambil 1X24 jam sebelum jadwal keberangkatan,” jelas pihak PT KAI, dikutip dari akun Instagram @kai121.

Merujuk pada aturan baru, masa berlaku hasil rapid test antigen atau RT PCR adalah maksimal sampelnya diambil dalam kurun waktu 3X24 jam sebelum keberangkatan. Namun,  Kini masa berlaku itu menjadi maksimal 1 x 24 jam.

Aturan tersebut berlaku untuk pelanggan KA jarak jauh keberangkatan periode 24 April – 5 Mei dan 18 – 24 Mei 2021.Layanan pemeriksaan rapid test antigen tersedia di 42 stasiun di Jawa dan Sumatra, dengan biaya Rp85.000.

Sementara untuk layanan GeNose C19, maksimal pengambilan sampel tetap dilakukan dalam kurun waktu 1X24 jam keberangkatan. Layanan GeNose C19 tersedia di 44 stasiun di Pulau Jawa, dengan biaya sebesar Rp30.000.

Dengan adanya perubahan masa berlaku hasil tes PCR tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali mengatur waktu perjalanan atau pelaksanaan tesnya.

Baca Juga :  Alert! Varian Delta Plus Masuk Indonesia, Simak Fakta-Faktanya

Sebanyak 42 stasiun yang menyediakan layanan pemeriksaan tes cepat antigen, yakni Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon. Kemudian Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kutoarjo.

Selanjutnya ada di Stasiun Kroya, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, Surabaya Gubeng. Lalu Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Ketapang, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau. Stasiun Muara Enim, Prabumulih, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Kotabumi, dan Baturaja.

Sedangkan 44 stasiun yang menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19, yakni Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar. Berikutnya Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto.

Kemudian Kutoarjo, Kroya, Kebumen, Gombong, Sidareja, Yogyakarta, Solo Balapan, Lempuyangan, Purwosari, Klaten, Wates, Madiun, Jombang, Blitar, Kediri, Tulungagung. Kertosono, Nganjuk, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Jember, Ketapang, Probolinggo, dan Kalisetail.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait