Proyek Strategis Nasional Ubah Pola Jalur Jalan, PU Bina Marga Fokus Jalan Prioritas - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Proyek Strategis Nasional Ubah Pola Jalur Jalan, PU Bina Marga Fokus Jalan Prioritas

Masifnya pembangunan jalan berskala nasional di wilayah Kabupaten Malang, secara langsung telah mengubah pola jalur jalan yang ada. Sekaligus mengubah fungsi jalan yang dulunya jalan lokal menjadi jalan kolektor maupun dari kolektor menjadi arteri. Atau dari jalan sekunder menjadi jalan primer.

Kondisi tersebut tentunya membuat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang harus menyesuaikan peta jalan yang telah mengalami perubahan pola dan fungsinya. Sehingga tidak terjadi sebuah ‘ketimpangan’ pada sirip jalan nantinya. Misalnya, pembangunan jalan tol yang telah mulus tidak akan berfungsi optimal saat exit tolnya tidak juga mengikuti pola dan kualitas tersebut.

“Karena itu kita terus melakukan berbagai koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Agar akses dan jaringan jalan tetap terkoneksi secara baik dan optimal tentunya,” kata Romdhoni Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Jumat (22/03/2019) kepada kami.

Untuk mencapai hal tersebut, DPUBM Kabupaten Malang menerapkan kebijakan pembangunan jalan dengan skala prioritas sesuai dengan program strategis yang ada. Yakni, dengan memilih dan fokus pada jalur jalan yang sifatnya menjadi penghubung antara jalan nasional atau provinsi dengan kabupaten. Serta yang akan menjadi jalur jalan wisata serta jalan perekonomian.

Baca Juga :  Hari Pertama, Kadisdik Langsung Tinjau PTM di 2 Sekolah

“Kita harus memetakan hal ini. Sehingga jalan-jalan alternatif bisa terhubung juga. Khususnya untuk jalan pariwisata dengan adanya tol Mapan maupun nantinya jalur jalan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tentu dengan diawali komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya,” urai Romdhoni dalam menyikapi perubahan pola dan fungsi jalan di Kabupaten Malang.

Komunikasi dan koordinasi yang terus dilakukan, selain untuk lebih memfokuskan strategi pembangunan jalan penopang nasional, juga didasarkan pada perlindungan tata ruang di Kabupaten Malang.

Tata ruang yang dinaungi dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malang Nomor 3 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menjadi pertimbangan khusus juga bagi DPUBM Kabupaten Malang dalam pembangunan jalan dengan konteks perubahan pola dan fungsi tersebut.

Baca Juga :  September 2021, Siswa SMP dan SMA Kota Malang Ditargetkan Tuntas Divaksin

“Tata ruang tentunya jadi pertimbangan, selain jalur lalu lintas dan hal teknis lainnya. Banyak pertimbangan dalam memfokuskan pembangunan jalan yang terhubung dengan proyek nasional,” ujar Romdhoni.

Pertimbangan ini pula yang dipakai oleh DPUBM Kabupaten Malang dengan adanya rencana jalan tol menuju Kepanjen.
Romdhoni menegaskan, dari pihaknya sendiri, apabila pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen terwujud, maka tata ruang, khususnya lahan hijau jadi pertimbangan utama.
“Exit-nya nanti tetap kita pertimbangkan dan kita jadikan acuan bagi para pihak. Yaitu lahan hijau tetap dipertimbangkan serta trase jalan diharapkan baru nantinya,” ucap mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang yang juga menegaskan, bahwa hal itu merupakan satu masukan dari pihaknya.

“Karena untuk itu banyak sisi atau aspek pertimbangannya. Kita berharap tata ruang dan lahan hijau sebagai pertimbangan utama dari kami,” pungkasnya.

Kanal Terkait