Produksi 2 Ton Jajanan Tradisional Madumongso, Meningkat Menjelang Lebaran - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Produksi 2 Ton Jajanan Tradisional Madumongso, Meningkat Menjelang Lebaran
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Produksi 2 Ton Jajanan Tradisional Madumongso, Meningkat Menjelang Lebaran

SATUKANAL.com, KEDIRI Produsen jajanan tradisional Kabupaten Kediri, kebanjiran permintaan menjelang Lebaran. Salah satunya jajanan berbahan ketan Madumongso, yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Seperti pemilik usaha ‘Madumongso Bu Binti’, Binti Sholihah (52), asal Dusun Dahu Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Dalam Tiga pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, memproduksi sebanyak 2 Ton bahan baku ketan, Madumongso.

“Dalam satu hari biasanya menghabiskan 20 kilogram bahan baku ketan. Sedangkan untuk Ramadhan tahun ini, insyallah kita siapkan 2 Ton,” kata Binti, kepada satukanal.com, Jumat 23 April 2021.

Dia mengaku ready stock produksi setiap hari. Masih berusia 2 tahun sejak 2019, produksi usahanya dimulai memang dari musim lebaran dari orang tuanya. Sekaligus melestarikan jajanan tradisional Madumongso.

Pada proses pembuatan Madumongso, Binti memperkerjakan sebanyak 15 pekerja terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Terbagi 8 pekerja di bagian permasakan dan packing sebanyak 5 pekerja. Ditambah jasa kuli sejumlah 2 pekerja.

Baca Juga :  Kabupaten Kediri Zona Merah!

“Ditangani ibu-ibu, pekerjaannya gak berat-berat. Bisa memperkerjakan bagi yang nganggur dan kepengen kerja. Tanggapan merekapun suka dan senang,” tuturnya.

Pemasaran jajanan Madumongso ini, disebutkan sudah dilakukan ke seluruh daerah di Indonesia, bahkan ke mancanegara. Beberapa daerah kota yang biasa menjadi pasar yakni Jakarta, Surabaya, Kediri dan sekitarnya.

“Pemasaran pernah sampai ke luar negeri, yang sudah-sudah seperti Hongkong dan Saudi Arabia,” tambahnya.

Binti menjelaskan, proses bahan baku pembuatan membutuhkan tahapan waktu hingga tiga hari. Beberapa bahan baku yang digunakan seperti ketan, santan kelapa, ragi, gula kelapa dan pasir.

Baca Juga :  PPKM Darurat Mengancam Kelangsungan Usaha Makanan Cepat Saji

“Ketan direndam selama 2 – 4 jam, lalu ditanak selama setengah jam. Dikukus setengah jam, lalu diangkat. Diberi ragi, disimpan menjadi tape, lalu diaduk-aduk, siap menjadi produk Madumongso,” jelasnya.

Menurut Binti, produk madumongso miliknya memiliki ketahanan waktu selama 2 bulan penyimpanan. Hal tersebut sangat berpengaruh dari tahapan pemasakan tradisional menggunakan tungku api.

Jajanan Madumongso ini dijual dengan 2 jenis kemasan, dengan berbahan baku ketan hitam dan ketan putih. Harga jual Rp 60 ribu per kilogram, berbahan baku ketan putih. Dan Rp 70 ribu per kilogram, berbahan baku ketan hitam.

“Omset satu bulan, sebelum Ramadhan 20, hingga 30 juta. Pas waktu Ramadhan ini, mungkin bisa mencapai Ratusan Juta,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait