SATUKANAL.COM
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020
Foto : Gambar Ppp (istimewa)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

PPP: Puluhan Miliar Akan Sia-Sia Jika Hanya Ada Calon Tunggal

SATUKANAL, KEDIRI – Kabar perihal akan ada calon tunggal di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020, dengan kandidat calon Hanindito Himawan Pramono memunculkan penolakan keras dari beberapa partai politik.

Salah satu partai politik yang menolak dengan keras satu calon tersebut yakni PPP. Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri Taufiq Chafifudin saat dihubungi Satukanal.com mengatakan, jika sampai calon tunggal tersebut benar-benar terjadi maka ada kemubadziran demokrasi di Pilbup 2020 mendatang.

“Puluhan miliar anggaran Pilkada akan terasa sia-sia jika masyarakat tidak diberi alternatif pilihan yang bermutu,” katanya.

Menurut Taufiq, menguatnya isu borong rekom untuk memuluskan calon tunggal harus dilawan. Sebagai bentuk perlawanan tersebut, menurutnya yakni dengan cara membentuk koalisi untuk melawan.

Menurut Taufiq, sejauh ini upaya tersebut telah dilakukan PPP dengan cara berkoalisi dengan partai Gerindra, Demokrat, PPP dan PKS.

“Pertemuan terus kita lakukan, terakhir pada Selasa (25/2) yang menghadirkan masing-masing ketua partai di tingkat daerah yang intinya mempunyai arah yang sama untuk melawan koalisi istana tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufiq berkomentar, jika gagasan untuk memunculkan calon tunggal dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri pada 23 September 2020 tersebut dinilai sebagai paradoks demokrasi. Calon tunggal merupakan demokrasi yang tidak sehat serta tidak mendidik masyarakat dalam berdemokrasi.

“Munculnya calon tunggal ini merupakan kegagalan parpol dalam kaderisasi. Parpol harus bertanggung jawab dalam kaderisasi dan promosikan kadernya. Tidak boleh calon tunggal karena itu aklamasi, apalagi disandingkan dengan bumbung kosong yang tidak bernyawa dan tidak punya visi-misi,” kata Taufiq.

Ia mengatakan, parpol seharusnya memberikan pendidikan kepada masyarakat cara berdemokrasi yang sehat. Jangan sampai masyarakat disuguhi calon tunggal yang tidak ada pilihan lain untuk menjadi calon pemimpin di daerahnya.

“Parpol sebagai pilar demokrasi dan aset negara harus menunjukan kualitasnya,” ucap Taufiq.
Disinggung siapa bakal calon bupati yang akan didorong dari koalisi empat partai ini, Taufiq menyebut adalah Masykuri Ihsan.

“Untuk bupatinya kita dorong nama Masykuri Ihsan. Dua periode menjabat sebagai wakil bupati Kediri saya rasa cukup kompeten jika sosok Masykuri yang kita dorong. Sedangkan untuk wakil dari Masykuri ini muncul tiga nama calon diantaranya Eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Supoyo, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Kediri Mudawamah, dan Nur Aini,” bebernya.

“Intinya dari tiga nama yang muncul itu kami tak ada masalah. Semuanya bagus. Tinggal bagaimana nanti kita akan komunikasikan terlebih dahulu baik dengan Masykuri maupun partai yang semisi dengan ini,” imbuhnya.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait