PPKM, Tradisi 1 Suro Petilasan Sri Aji Joyoboyo Digelar Tertutup - Site titl
SATUKANAL.COM
IMG20210806171947_copy_640x480-a10f876e
BERITA Kanal Straight

PPKM, Tradisi 1 Suro Petilasan Sri Aji Joyoboyo Digelar Tertutup

Satukanal.com, Kediri – Ritual upacara 1 Suro yang sedianya diadakan 9 Januari 2021 di Petilasan Sri Aji Joyoboyo Kediri resmi digelar tertutup. Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Juru Kunci Sendang Tirta Kamandanu dan Petilasan Sri Aji Jayabaya Suratin mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengikuti aturan pemerintah dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kabupaten Kediri.

“Kami sudah memberikan imbauan, berupa banner imbauan bahwa upacara besar ditiadakan karena pandemi. Jadi kami harapkan kepada masyarakat agar tidak hadir mengikuti kegiatan tersebut,” kata Suratin, Jumat (6/8/2021).

Meskipun peringatan besar Upacara 1 Suro pada tahun ini ditiadakan, sudah menjadi tradisi, akan tetap digelar dengan cara yang sederhana. Disebutkan sejumlah 15 orang yang akan mengikuti upacara secara tertutup dan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga :  Uji Coba PTM Terbatas 30 Persen di Kabupaten Kediri

Dia juga menjelaskan penerapan aturan peniadaan upacara besar 1 Suro tahun ini, dirasa menjadi lebih mudah, karena aturan peniadaan kali ini menjadi yang kedua sejak pandemi Covid-19 tahun lalu.

Dikisahkan kondisi peringatan besar saat sebelum pandemi Covid-19, berbagai pengunjung datang dari berbagai daerah. Seperti karisidenan Kediri, Banyuwangi, Solo, Jakarta, hingga Pulau Bali untuk melestarikan budaya leluhur.

“Kalau upacara besar masih ditiadakan, tapi kami tetap mengirim doa, mengagungkan, mengenang, dan melestarikan peninggalan leluhur,” jelasnya

Baca Juga :  Mainan Mobil Diecast Kini Bak Barang Investasi

Suratin menambahkan dalam memperingati 1 Suro secara tertutup nantinya akan dilakukan secara 2 tahap. Tahap pertama kali akan dilaksanakan pada Senin (9/8) tepatnya malam syuro di Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Lalu dilanjutkan kembali pada Selasa (10/8) di Sendang Tirta Kamandanu seperti membaca doa, tabur bunga, dan tumpeng. “Walaupun situasi masih pandemi, kegiatan ini tidak bisa hilang dari budaya jawa. Jadi kita tetap melaksanakan dengan tertutup,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansyah

Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait