PPKM Darurat Jombang Direvisi, Masjid Boleh Buka Lagi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
PPKM Darurat Jombang Direvisi, Masjid Boleh Buka Lagi
Sholat jamaah di Masjid Agung Jombang dengan prokes ketat (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

PPKM Darurat Jombang Direvisi, Masjid Boleh Buka Lagi

Satukanal.com, Jombang – Kebijakan PPKM Darurat Kabupaten Jombang direvisi. Beberapa poin yang berubah diantaranya, ditiadakannya resepsi pernikahan dan kegiatan Masjid diperbolehkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang, Achmad Jazuli mengatakan, perubahan ada pada poin dimana sebelumnya resepsi pernikahan yang dibatasi dan 30 orang dan makanan disajikan dengan wadah tertutup, kali ini dilarang.

“Resepsi pernikahan dilarang, hanya boleh akad saja. Itupun ada pembatasan dimana dalam ruangan maksimal enam orang,” ucapnya saat dikonfimasi wartawan Satukanal.com.

Sedangkan, aktifitas rumah ibadah khususnya Masjid yang sebelumnya ditutup kini bisa kembali dibuka, namun tidak dalam sifat yang mengundang masa. “Jamaah yang sholat tidak boleh banyak. Tetap diupayakan untuk ibadah dirumah saja,” katanya.

Revisi tersebut merupakan tindak lanjut dari Inmendgari Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa Bali. Sebelumnya dalam aturan pemerintah, ada 11 kegiatan yang akan berdampak pada pemberlakuan PPKM Darurat. Beberapa sektor akan terdampak dari pemberlakuan kebijakan ini.

Baca Juga :  'Jok Nggupui', Sarana Pelayanan Publik Inovasi Kantor Kecamatan Dlanggu

Seperti pusat perbelanjaan, fasilitas umum, tempat ibadah, seni budaya dan masyarakat akan ditutup. Beberapa aktifitas memang akan ditutup sesuai draft dari pemerintah pusat.

Sektor lainnya meliputi, pertama WFH 100 persen bagi sektor non essensial. Kegiatan belajar mengajar secara online atau daring. Untuk sektor essential diberlakukan 50 persen maksimum staf Work from Office (WFO) dengan prokes ketat dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen maksimum staf WFO dengan prokes ketat.

Sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Untuk sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Kebijakan ini juga berdampak pada proses pembelajaran, dimana para siswa dan lembaga sekolah kembali menerapkan pembelajaran Daring (Dalam Jaringan).

Baca Juga :  52 KA Lokal di Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi

“Resepsi pernikahan sebelum direvisi, juga dibatasi maksimal 30 orang dan makanan disajikan dengan wadah tertutup. Sedangkan trasnportasi umum kapasitas maksimal 70 persen,” tukasnya.

Untuk Supermarket, Pasar tradisional, Toko kelontong, dan Pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

“Kegiatan pada Pusat perbelanjaan, Mall, dan Pusat perdagangan ditutup, pelaksanaan kegiatan makan atau minum di tempat umum seperti Warung makan, Rumah makan, Kafe, Pedagang kaki lima,” tambahnya.

Lapak jajanan yang berada pada lokasi sendiri atau yang ada di Pusat perbelanjaan atau Mall hanya boleh menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat.

“Pelaksanaan kegiatan konstruksi dimana lokasi proyek bisa beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Ubaidhillah

Kanal Terkait