PPDB Kota Malang, Jalur Prestasi Sebesar 30 Persen di Jenjang SMP - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
PPDB Kota Malang, Jalur Prestasi Sebesar 30 Persen di Jenjang SMP
Foto: UNICEF
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

PPDB Kota Malang, Jalur Prestasi Sebesar 30 Persen di Jenjang SMP

SATUKANAL.com, MALANG– PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Kota Malang menerapkan empat sistem seleksi yaitu zonasi, afirmasi, prestasi dan mutasi orang tua. Hal tersebut sesuai dengan rambu-rambu PPDB tahun ajaran 2021/2022 dari Kemendikbud tepatnya dalam Permendikbud nomer 1/2021 tetantang PPDB.

Sebelumnya, Kemendikbud menyebut bahwa untuk jenjang SD jalur zonasi sebesar 70 persen dan tahun lalu 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua lima persen serta tak ada jalur prestasi tahun ini.

Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana menyampaikan, PPDB tingkat SD bakal menerapkan total seperti yang ditetapkan pusat yakni Kemendikbud. Namun, pada tingkat SMP terkait jalur prestasi ada yang sedikit berbeda.

Sedangkan pada jenjang SMP jalur zonasi minimal 50 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orang tua lima persen dan jalur prestasi yakni sisa kuota sebesar 30 persen. “Dari 30 persen itu, sebanyak 20 persen untuk prestasi akademik. Dan 10 persen prestasi non akademik,” katanya.

Baca Juga :  7.226 Lansia Kota Malang Terima Bantuan Pangan Dengan Skema Baru

Menurutnya, dalam PPDB Kota Malang sengaja diberikan porsi 20 persen untuk prestasi akademik agar siswa dan orangtua juga lebiih bersemangat. “Akan tetapi, dalam juknisnya nanti juga ada tambahan nilai indeks sekolah untuk Ujian Nasional tahun 2017, 2018 dan 2019,” ujarnya.

Lebih lanjut, Swarjana menyebut, sosialisasi PPDB maksimal akan dilaksanakan pada April 2021. Kemudian untuk pelaksanaannya pada bulan Mei 2021. “PPDB akan dilaksanakan setelah lebaran,”pungkasnya.

Baca Juga :  Ucapan HUT Kota Malang ke-107, Warganet Ramaikan Dengan Posting Logo di Medsos #107KotaMalang

Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan PPDB akan dimulai untuk jenjang SD dan SMP baru TK. Teknik tersebut dilaksanakan agar tidak merepotkan para orang tua. “Kasihan para orang tua kalau jadwalnya barengan semua. Apalagi untuk mereka yang punya beberapa anak dan harus didaftarkan di jenjang yang berbeda,” ungkap Suwarjana menerangkan.

Suwarjana juga menekankan agar para operator sekolah juga melakukan bimtek untuk membantu calon walimurid saat melakukan pendaftaran. Mengingat, pendaftaran akan dilakukan secara daring atau online.

“Untuk pengumuman terkait PPDB, akan diberikan informasi lebih rinci setelah Dikbud melakukan konsultasi dengan DPRD terkait PPDB yang direncaanakan pekan depan,” kata Suwarjana.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait