SATUKANAL.COM
Transaksi prostitusi online
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Polres Banyuwangi Bongkar Transaksi Prostitusi Online di Twitter dengan Kode Khusus

Satukanal, Banyuwangi – Transaksi prostitusi online via twitter dibongkar Polres Banyuwangi. Aktivitas esek-esek via online ini menjadi kerasahan masyarakat Banyuwangi beberapa bulan terakhir karena semakin menjamur dan terang-terangan.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap dugaan tindak pidana prostitusi online yang dilakukan NS (28 tahun) asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, patroli cyber di dunia maya mendapatkan informasi tulisan.

Antara lain “hari ini expo di Banyuwangi dan expo Bali” dengan kode tertentu.

Dari informasi tersebut, petugas mendapatkan petunjuk awal bahwa akan terjadi transaksi seks di Banyuwangi.

Transaksi prostitusi online

Modus yang digunakan pelaku adalah menjajakan dirinya melalui media sosial Twitter dengan cara meng-upload foto pribadinya yang diduga melanggar kesusilaan dengan mencantumkan nomor handphone sekaligus WhattAps.

“Setelah ada lelaki yang tertarik, terlapor dihubungi. Selanjutnya melakukan transaksi dan ada kesepakatan terlapor meminta uang muka sebagai tanda jadi ke saldo aplikasi online terlapor. Kemudian mendatangi hotel yang sudah ditentukan,” jelas kapolresta.

Layanan seks itu dilakukan di hotel di Banyuwangi dengan nilai transaksi Rp 850 ribu sekali kencan.

Kapolresta menambahkan, sejauh ini tersangka telah melakukan tindak prostitusi di empat kota, yaitu Malang, Surabaya, Jember dan Banyuwangi.

“Rencananya, akan melaksanakan hal yang sama di Bali. Namun aparat kepolisian Banyuwangi mengungkap dan yang bersangkutan mengakui semua dan transaksi yang ada,” imbuhnya.

Selain tersangka dan jejak digital di media sosial, anggota Satreskrim Banyuwangi juga mengamankan alat kontrasepsi, handphone, baju tidur atau lingerie warna merah, dan uang tunai Rp 550.000.

Lebih lanjut Kombespol Arman Asrama menegaskan, karena tindak pidana prostitusi online melalui media sosial itu, tersangka terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.

Dijelaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini untuk mencari motif lain beserta pihak-pihak yang terlibat dalam prostitusi kekinian ini.

Editor : Heryanto

Kanal Terkait