Polisi Resmi Tahan Guru Olahraga Tersangka Pencabulan Dua Siswi SDN Kauman 3 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Polisi Resmi Tahan Guru Olahraga Tersangka Pencabulan Dua Siswi SDN Kauman 3

Kasus pencabulan siswi di SDN Kauman 3 Kota Malang memasuki babak baru. Polres Malang Kota kini resmi menahan tersangka pencabulan terhadap dua siswi SDN Kauman 3, yakni guru olahraga bernama Imam S. (59).

Imam ditahan Polisi sejak Jumat (22/3/2019). Setelah beberapa kali mangkir dari pemeriksaan, Imam dijemput paksa di kediamannya di kawasan Jalan Ade Irma Suryani sekitar pukul 19.00 WIB.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat melakukan rilis yang menghadirkan tersangka Imam di halaman Polres Malang Kota.

Menurut Komang, tersangka ditangkap berdasarkan dua laporan siswi kelas 3 dan kelas 5. Keduanya merupakan murid di SDN Kauman 3. “Perbuatan cabulnya dilakukan di ruangan usaha kesehatan sekolah (UKS) saat siswa tersebut sedang ganti baju usai pelajaran olahraga,” bebernya (27/3/2019).

Baca Juga :  Dinkes Tancap Gas, Kejar Ketertinggalan Vaksin Dosis 2

Pencabulan yang dilakukan tersangka, mulai dari memegang (maaf) payudara hingga memegang kemaluan korban saat mereka ganti baju. Perbuatan tersebut dilakukan Imam dalam rentan waktu Desember 2018.

“Ia (Imam) mengaku khilaf. Tersangka sendiri telah 14 tahun menduda informasinya. Saat melakukan aksinya, tidak disertai ancaman. Untuk kelainan dari pemeriksaan, masih belum ada,” ungkap Komang.

Kepada polisi, Imam mengaku tak mengetahui pasti berapa banyak jumlah korbannya. Tetapi saat ini, mereka yang melaporkan secara resmi masih dua orang.

“Karena mungkin sudah terlalu banyak. Kesaksian tersangka mengaku lupa. Namun untuk yang kami selidiki masih satu sekolah. Apabila memang ada informasi jika ada korban lagi, silakan melapor saja. Saksi yang kami periksa saat ini sekitar 20 orang,” ucapnya.

Baca Juga :  Aglomerasi Jadi Sebab Malang Stay di Level 4

Dari kasus pencabulan tersebut, polisi mengamankan dua seragam olahraga, celana dalam, dan kaus dalam. Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 82 UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 penjara.

Namun karena pelaku merupakan seorang pendidik, maka hukumannya bisa ditambah sepertiga dari hukuman 15 tahun. “Lamanya proses ini karena kami lebih berhati-hati dalam pemberkasan. Untuk pemberkasannya segara kami percepat agar bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan,” pungkas Komang.

Kanal Terkait