SATUKANAL.COM
Polisi Kembali Panggil Bakal Calon Bupati Kediri Soal Kasus Pemalsuan Gelar
Foto : Supadi Kepala Desa tarokan (istimewa)
BERITA ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Polisi Kembali Panggil Bakal Calon Bupati Kediri Soal Kasus Pemalsuan Gelar

SATUKANAL, KEDIRI – Setelah sempat mangkir dari panggilan Kepolisian Resort Kediri Kota, Supadi, Kepala Desa Tarokan yang menjadi tersangka kasus pemalsuan gelar akan dipanggil untuk yang kedua kalinya.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengatakan, agenda jadwal pemanggilan kedua itu akan dilakukan pada 4 Februari 2020 mendatang. Miko juga menjelaskan, polisi telah berkoordinasi dengan jajarannya untuk kembali memanggil Supadi lantaran pada pemanggilan pertama pihak yang dimaksudkan tak hadir.

“Iya karena tidak hadir itu, kami kembali menjadwalkan untuk mendatangkan Supadi untuk proses hukum lebih lanjut,” Jelas Miko.

Pemanggilan tersebut menurut Miko akan dilakukan sampai tiga kali, jika hingga tiga kali pemanggilan tersangka tidak hadir maka polisi akan memanggil paksa. “Kalau sampai tiga kali tidak hadir ya akan kita cari,” katanya.

Miko juga menjelaskan soal pendapat saksi ahli dalam menyikapi kasus Supadi. Menurut saksi ahli, lanjut Miko, penulisan huruf belakang SE itu adalah sah sebagai penulisan gelar sarjana dan bukan nama panjang terusan.

Baca Juga :  Empat Warga Kediri ODP Kluster Pabrik Rokok Dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19

“Saksi ahli mengatakan jika penulisan huruf SE itu adalah sah sebagai gelar sarjana, bukan nama terusan atau kepanjangan dari nama Supadi,” terang AKBP Miko singkat.

Sementara itu, dikutip dari Beritajatim.com, Supadi mengakui, telah menerima surat panggilan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polresta Kediri. Namun dirinya membantah tuduhan penggunaan gelar palsu tersebut.

Dia juga mengakui dirinya tak bisa datang untuk dapat memenuhi panggilan penyidik kepolisian di pemanggilan pertama. Supadi mengaku tengah mempersiapkan diri.

“Saya jadi bingung kenapa ditetapkan tersangka. Sedangkan proses penyidikannya saya tidak tahu. Setelah saya dipanggil sebagai saksi, 4 bulan setelahnya tidak ada kabar lagi. Ini aneh, tuduhan menggunakan gelar palsu itu dan tidak benar. Saya mencalonkan kepala desa dua kali pakai ijasah SLTA, dokumen KK, KTP, SLTA,” jelas Supadi.

Baca Juga :  Tambah Lagi 16 Orang, Total Positif di Kabupaten Kediri Capai 96 Kasus

Supadi pun juga mengelak jika gelar SE tersebut diartikan Sarjana Ekonomi. Menurutnya, SE yang dimaksud adalah singkatan dari nama panjangnya yakni Subiari Erlangga.

“Surat menyurat Supadi, SE itu kepanjangan nama saya, dari Supadi menjadi Supadi Subiari Erlangga (SE), sudah ada penetapan dari pengadilan negeri, dan ini sudah saya jelaskan ke penyidik,” beber pria yang disebut-sebut akan maju sebagai bakal calon bupati Kediri itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jika nama Supadi kini telah ditetapkan menjadi tersangka dengan dugaan kasus penggunaan gelar palsu. Supadi menyematkan gelar SE (Sarjana Ekonomi) dalam beberapa dokumen administrasi kependudukan dan desa yang ditengarai abal-abal.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah
Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait