Polemik Warna dan Anggaran Rp2 Miliar untuk Pengecatan Pesawat Kepresidenan RI - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
foto: instagram/adhimas_aviation
BERITA Kanal Straight

Polemik Warna dan Anggaran Rp2 Miliar untuk Pengecatan Pesawat Kepresidenan RI

Satukanal.com, Nasional – Pengecatan pesawat Kepresidenan I menuai kontroversi. Mulai dari penganggaran hingga warna menjadi sorotan. Besaran anggaran Rp2 Miliar untuk pengecatan dinilai tak tepat di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Warna merah juga mengabaikan aspek keselamatan kepala negara.

Sebelumnya, pesawat bewarna biru muda dan putih. Lantas, dicat ulang warna merah-putih. Melansir kompas.com, Heru Budi Hartono selaku Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) menjelaskan  proses pengecatan ulang pesawat dilakukan karena pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu berusia tujuh tahun. Sehingga secara teknis memang harus memasuki perawatan besar.

Biaya pengecatan pesawat tersebut ditaksir mencapai Rp 2 miliar. “Plus minus segitu. Itu untuk pesawat BBJ2 saja ya,” ungkapnya.

Namun, mantan komisioner Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie dalam unggahan akun Twitter resminya @alvinlie21 menjelaskan, biaya cat ulang pesawat kepresidenan berkisar antara US$ 100 ribu hingga US$ 150 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar- Rp 2,1 miliar.

Baca Juga :  Hikmah PPKM, Angka Kecelakaan di Banyuwangi Turun Drastis

Alvin menyinggung soal pemborosan uang di tengah pandemi. Menurut dia, pengecatan ulang pesawat itu bentuk foya-foya. Menurutnya, cat ulang pesawat presiden tersebut bukan prioritas di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Tak hanya tentang anggaran, warna pesawat juga dikritik. Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut pengecatan pesawat kepresidenan dengan warna merah mengabaikan aspek keselamatan presiden.

Fahmi mengatakan, umumnya pesawat kepresidenan menggunakan warna biru. Warna itu dipilih sebagai kamuflase di udara karena menyerupai langit.

Dirinya berpendapat alasan pemerintah mengubah warna pesawat kepresidenan menjadi merah putih tidak tepat. Menurutnya, bendera negara cukup disematkan di ekor pesawat. “Merah Putih sudah dicerminkan spesifik dengan adanya bendera di ekor pesawat. Ada juga beberapa identitas dalam dunia penerbangan yang menandakan ini pesawat dari negara mana,” jelasnya.

Baca Juga :  IndiHome Ganguan, Ada Kompensasi dari Telkom untuk Pelanggan

Pesawat yang beroperasi sejak 2014 lalu, telah ada saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu dibeli seharga Rp 840 miliar.

Pertama kali digunakan, pesawat Kepresidenan I dicat berwarna biru muda pada punggung dan berwarna putih pada bagian lambung pesawat. Selain itu, terdapat tulisan “Republik Indonesia” dan logo Garuda terpasang di bagian depan pesawat.

Pesawat kepresidenan tersebut dirancang dengan kelengkapan 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat didesain agar dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden. (*)

Pewarta : Naviska

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait